Unduh file penting dari RSJ Grhasia dengan mudah dan cepat.
Penulis : Dian Kusumawati, S.Far., Apt.
Salah satu standar minimal pelayanan farmasi di Rumah Sakit adalah waktu tunggu pelayanan obat. Pada pelayanan farmasi di rumah sakit, waktu tunggu pelayanan obat adalah tenggang waktu mulai resep selesai di telaah dan dihitung harganya sampai pasien menerima obat.
Penulis: dr. Rommy Rabbany Masdan
Puasa Ramadan merupakan praktik ibadah wajib bagi umat Islam yang melibatkan pantangan asupan makanan dan cairan dari fajar hingga matahari terbenam. Secara fisiologis, periode ini menginduksi perubahan signifikan pada ritme sirkadian, pola metabolisme, dan profil biokimia tubuh. Praktik time-restricted feeding yang unik ini, karena melibatkan pantangan total terhadap makanan dan cairan selama rata-rata 12 hingga 18 jam, tergantung pada lokasi geografis. Secara klinis, akan membuat tubuh mengalami fase adaptasi metabolik yang signifikan: beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pemanfaatan simpanan lemak (lipolisis) dan badan keton.
Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan
Menjelang Idul Adha, manajemen stok daging menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap rumah tangga. Kesalahan kecil dalam penanganan awal dapat berdampak besar pada kualitas nutrisi dan keamanan pangan bagi keluarga. Artikel ini akan membahas secara mendalam teknik penanganan daging kurban mulai dari meja dapur hingga ke dalam pembeku (freezer).
Penulis : Arwanto, S.ST.Ns
NAPZA merupakan akronim dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, serta menimbulkan ketergantungan.
Penulis : dr Dea Noviana Pramantik, MSc, SpPK, SubSp P.I(K)
Campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis. Virus ini mudah menular dan terutama menyerang saluran pernapasan. Penularan campak dari satu orang ke orang lain terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui transmisi airborne dan penderita campak menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah muncul ruam.
Penulis : Hajar Rohmadi, S.Kep.,Ns.
Pasien gangguan jiwa yang mengalami agitasi merupakan salah satu kondisi yang paling sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) psikiatri. Agitasi ditandai dengan peningkatan aktivitas motorik, ketegangan emosional, perilaku gelisah, mudah marah, sulit diarahkan, hingga munculnya perilaku agresif atau kekerasan. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan aman karena tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga terhadap keluarga, petugas kesehatan, dan lingkungan pelayanan rumah sakit.
Penulis : Yonni Prianto, S.Kep., Ns, M.Kep., Sp.Kep.J
Populasi lansia dengan gangguan kognitif dan emosional memerlukan pendekatan keperawatan jiwa yang holistik dan bermartabat. Terapi reminiscence, sebagai salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa, membantu klien mengingat pengalaman hidup bermakna untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tulisan ini mendeskripsikan penerapan terapi reminiscence terhadap lima klien psikogeriatri (3 laki-laki, 2 perempuan; usia 60–72 tahun) di ruang psikogeriatri rumah sakit jiwa. Intervensi dilakukan dalam tiga sesi bertema masa kecil, masa bekerja, dan pengalaman keluarga. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan mood, minat, kemampuan bercerita, ekspresi emosional positif, serta konsentrasi klien setelah terapi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan fungsi psikososial lansia di ruang perawatan jiwa. Terapi ini termasuk dalam kategori terapi modalitas keperawatan jiwa psikososial berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) PPNI.
Penulis : Prastiwi Puji Rahayu
Gangguan jiwa menurut PPDGJ adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang prnting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maramis, 2010).
Penulis : Purwanto Kunto, SST
Kita sudah mengenal dengan istilah medical check up dan general check up yang sering digunakan dalam pemeriksaan kesehatan rutin yang merupakan serangkaian tes dan evaluasi medis yang dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi tubuh seseorang yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengantisipasi adanya penyakit.atau sekadar menjadi prasyarat untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tertentu di suatu institusi