Unduh karya tulis di RSJ Grhasia
Penulis : Mamat Supri Rohmat, S.Kep., Ners
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan modern. Di tengah tuntutan produktivitas pekerjaan yang semakin tinggi, hiburan digital, serta gaya hidup serba cepat sering kali menjadikan tidur sebagai hal yang dianggap kurang penting. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Penulis : dr. Anton Wijaya Kusuma
Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Sindrom ini
dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, diabetes tipe 2, dan
stroke. Seseorang dikatakan menderita sindrom metabolik jika mengalami sedikitnya tiga dari lima
kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), kadar HDL rendah (dislipidemia), kadar trigliserida
tinggi, kadar gula darah tinggi atau prediabetes, dan obesitas dengan penumpukan lemak di perut.
Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit berat. Namun, perkembangan
sindrom metabolik dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor yang menyebabkan lima
kondisi tersebut, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.
Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep
Bunuh diri merupakan penyebab utama kematian dini pada individu dengan skizofrenia. Bunuh diri merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi kimia . Study kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas restrain kimia terhadap tingkat resiko bunuh diri dengan menggunakan skala courtessy of pshychiatric of nursing pada pasien skizofrenia. Penelitian ini yaitu laporan kasus ( case report ) dengan intervensi keperawatan kolaboratif restrain kimia yang dilaksanakan dalam durasi 24 jam selama rawat inap. Hasil study kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi kolaboratif restrain kimia dalam durasi 24 jam selama rawat inap terdapat penurunan tingkat resiko bunuh diri dari skala 12 ( tinggi ) menjadi skala 4 ( rendah ). Kesimpulan : restrain kimia mengurangi resiko bunuh diri pada pasien skizofrenia.
Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep
Ekspresi emosi yang tak wajar dan penyimpangan yang sangat dasar merupakan tanda gangguan jiwa . Perilaku kekerasan merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi kimia pada dengan obat antipsikotik. Study kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas fiksasi kimia terhadap tingkat perilaku kekerasan dengan menggunakan skala courtessy of pshychiatric of nursing pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini yaitu laporan kasus ( case report ) dengan intervensi kolaborasi fiksasi kimia yang dilaksanakan dalam durasi 24 jam selama rawat inap. Hasil study kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi kolaborasi restrain kimia dalam durasi 24 jam selama rawat inap terdapat penurunan tingkat perilaku kekerasan dari skala 14 ( tinggi ) menjadi skala 4 ( sedang ). Kesimpulan : restrain kimia mengurangi perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa.
Penulis : Aril Halida
Ketika mendengar istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagian besar orang masih membayangkan helm proyek, alat pelindung diri, rambu keselamatan, atau prosedur evakuasi darurat. Namun, perkembangan ilmu dan kebijakan global menunjukkan bahwa K3 modern tidak lagi terbatas pada aspek fisik semata.
Penulis : Dianingtyas Agustin, S.Kep.Ns
Di balik kebahagiaan kehamilan, seorang ibu menghadapi tantangan emosional terhadap segala perubahan yang terjadi dalam dirinya. Jika tidak terkelola dengan tepat maka dapat berdampak terjadinya masalah kesehatan mental. Global Reproductive Health menyebutkan 10-20% ibu hamil mengalami kecemasan selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Penulis : dr. Wikan Ardiningrum, M.Sc, Sp.KJ, (K)
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, aktivitas, dan pikiran seseorang. Gangguan ini ditandai dengan episode hipomanik, manik, dan depresi. Tujuan peringatan Hari Bipolar Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global, menghilangkan stigma sosial, dan memberikan edukasi tentang bipolar, yang memengaruhi hampir 40-45 juta orang di seluruh dunia.
Penulis: dr. Rommy Rabbany Masdan
Puasa Ramadan merupakan praktik ibadah wajib bagi umat Islam yang melibatkan pantangan asupan makanan dan cairan dari fajar hingga matahari terbenam. Secara fisiologis, periode ini menginduksi perubahan signifikan pada ritme sirkadian, pola metabolisme, dan profil biokimia tubuh. Praktik time-restricted feeding yang unik ini, karena melibatkan pantangan total terhadap makanan dan cairan selama rata-rata 12 hingga 18 jam, tergantung pada lokasi geografis. Secara klinis, akan membuat tubuh mengalami fase adaptasi metabolik yang signifikan: beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pemanfaatan simpanan lemak (lipolisis) dan badan keton.
Penulis : dr. Krisma Kurnia, SpPD, FINASIM & dr. Joep A. Djojodibroto, M.A. (HMPP)
Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) telah digunakan manusia selama ribuan tahun
sebagai pengawet dan penyedap rasa. Dari perspektif biologis, natrium (Na⁺) adalah
kation utama di cairan ekstraseluler dan berperan krusial dalam menjaga homeostasis
tubuh, termasuk keseimbangan cairan dan elektrolit, transmisi impuls saraf, kontraksi
otot, dan pengaturan tekanan darah. Kebutuhan fisiologis minimum natrium untuk orang
dewasa diperkirakan hanya sekitar 500 mg per hari, setara dengan kurang dari 1,3 gram
garam.