Unduh karya tulis di RSJ Grhasia
Penulis : Mamat Supri Rohmat, S.Kep., Ners
Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober
sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan menggerakkan tindakan
nyata dalam mendukung kesehatan jiwa. Pada tahun 2026, tema yang diangkat
adalah “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, yang dapat
dimaknai sebagai pengalaman hidup didengar, suara nyata, perubahan nyata.
Tema ini mengajak masyarakat untuk mendengarkan pengalaman orang yang
pernah atau sedang menghadapi masalah kesehatan mental serta melibatkan
mereka dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan dan
kehidupan mereka.
Penulis :
Gangguan jiwa merupakan kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, merasakan, berperilaku, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini dapat muncul akibat ketidakmampuan individu dalam menghadapi berbagai tekanan yang berasal dari dalam maupun luar dirinya. Salah satu gangguan jiwa yang banyak ditemukan adalah skizofrenia, yaitu gangguan mental berat yang ditandai dengan gangguan persepsi, proses pikir, emosi, dan hubungan sosial.
Penulis : Dian Kusumawati, S.Far, Apt.
Membawa pulang obat dari rumah sakit adalah langkah awal menuju pemulihan yang berkelanjutan. Namun, efektivitas pengobatan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan dosis, tetapi juga oleh cara kita menjaga kualitas obat tersebut selama di rumah. Obat yang rusak akibat salah penyimpanan tidak hanya kehilangan fungsinya untuk menstabilkan kondisi pasien, tetapi dalam beberapa kasus bisa mengalami degradasi kimiawi yang membahayakan tubuh
Penulis : dr. Anton Wijaya Kusuma
Penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus/SLE) adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan sehat, menyebabkan peradangan dan kerusakan organ. Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Akan tetapi, pada orang yang mengalami penyakit autoimun, seperti lupus, daya tahan tubuh justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Penyakit ini dapat berdampak pada sendi, kulit, ginjal, paru-paru, jantung, dan otak. Gejalanya bervariasi, sering kali berupa ruam wajah berbentuk kupu-kupu dan kelelahan ekstrem.
Penulis : Ns. Sadarwati, M.Kep. Sp.Kep.J
Pendahuluan: Tangguh Bukan Berarti Kebal
Semua orang pernah merasa lelah, sedih, atau kewalahan oleh tekanan hidup: kehilangan pekerjaan, masalah keluarga, kegagalan di sekolah, penyakit, atau kehilangan orang tercinta. Perasaan itu manusiawi. Yang membedakan satu orang dengan yang lain bukanlah siapa yang tidak pernah jatuh, melainkan siapa yang punya bekal untuk bangkit, dan siapa yang tahu kapan harus meminta tolong.
Itulah inti dari menjadi pribadi yang tangguh (dalam ilmu psikologi disebut resiliensi). Tangguh bukan berarti selalu kuat, tidak pernah menangis, atau memendam semuanya sendiri. Tangguh berarti mampu menyesuaikan diri, mencari dukungan, dan pulih setelah menghadapi tekanan. Kabar baiknya, ketangguhan adalah keterampilan yang bisa dilatih oleh siapa saja, bukan bakat bawaan yang hanya dimiliki sebagian orang.
Penulis :
Aril Halida, M.Psi., Psikolog - RSJ Grhasia DIY
Agni Aflikhiya Sari, M.Psi., Psikolog - RS PKU Muhammadiyah Kotagede
Artificial Intelligence (AI), khususnya chatbot berbasis Large Language Model (LLM), semakin sering dimanfaatkan masyarakat sebagai media bertanya untuk mendapatkan informasi tertentu, bercerita, bahkan tidak jarang dimanfaatkan sebagai tempat mencurahkan isi pikiran dan perasaan. Hal yang menarik adalah kemampuan chatbot tersebut dalam merespons cenderung cepat, penggunaan kata yang mudah dipahami, dan istimewanya, dapat diakses 24 jam. Selain itu, fitur AI dengan prinsip user-engagement di mana pengguna yang terlibat aktif dan konsisten menjadikan pengguna akan terus setia dan lanjut menggunakan AI (2). Faktor-faktor inilah yang membuat banyak penggunanya merasa nyaman saat berbincang dengan AI.
Penulis : Nurfaozin, S.Kep.,Ners.
Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Pada masa remaja, berbagai perubahan dan tuntutan kehidupan dapat membuat anak muda lebih rentan mengalami masalah psikologis.
WHO memperkirakan sekitar satu dari tujuh anak berusia 10–19 tahun di dunia mengalami gangguan mental. Depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku menjadi beberapa masalah kesehatan mental yang penting pada kelompok usia tersebut (World Health Organization, 2025).
Penulis : ARWANTO, SST, Ners
Penyalahgunaan zat psikoaktif merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial seseorang. Salah satu zat yang banyak disalahgunakan adalah sabu-sabu atau metamfetamin (methamphetamine). Metamfetamin merupakan stimulan sistem saraf pusat yang dapat menimbulkan rasa percaya diri, peningkatan energi, kewaspadaan, dan berkurangnya rasa lelah. Namun, penggunaan secara berulang atau dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan serta berbagai gangguan kesehatan
Penulis : Yakobus Nursetiyawan, SST
Kegiatan pembangunan, renovasi, pemeliharaan, dan pekerjaan konstruksi di lingkungan rumah sakit memiliki potensi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, pasien, pengunjung, maupun petugas rumah sakit. Aktivitas konstruksi dapat menimbulkan berbagai bahaya, antara lain jatuh dari ketinggian, tertimpa material, paparan debu dan kebisingan, bahaya listrik, penggunaan peralatan kerja, kebakaran, serta gangguan terhadap akses dan pelayanan rumah sakit.
Penulis : Dra. Istinganah, Apt., M.Kes
Pernahkah mendengar seseorang berkata bahwa dirinya merasa lebih baik setelah minum obat, padahal ternyata obat tersebut hanyalah tablet kosong tanpa kandungan zat aktif obat? Atau ada pasien yang merasa nyerinya berkurang setelah disuntik cairan NaCl 0,9% (garam fisiologis) karena ia yakin sedang menerima terapi yang ampuh? Fenomena tersebut dikenal sebagai efek placebo.