Unduh karya tulis di RSJ Grhasia
Penulis: dr. Rommy Rabbany Masdan
Puasa Ramadan merupakan praktik ibadah wajib bagi umat Islam yang melibatkan pantangan asupan makanan dan cairan dari fajar hingga matahari terbenam. Secara fisiologis, periode ini menginduksi perubahan signifikan pada ritme sirkadian, pola metabolisme, dan profil biokimia tubuh. Praktik time-restricted feeding yang unik ini, karena melibatkan pantangan total terhadap makanan dan cairan selama rata-rata 12 hingga 18 jam, tergantung pada lokasi geografis. Secara klinis, akan membuat tubuh mengalami fase adaptasi metabolik yang signifikan: beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pemanfaatan simpanan lemak (lipolisis) dan badan keton.
Penulis : dr. Krisma Kurnia, SpPD, FINASIM & dr. Joep A. Djojodibroto, M.A. (HMPP)
Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) telah digunakan manusia selama ribuan tahun
sebagai pengawet dan penyedap rasa. Dari perspektif biologis, natrium (Na⁺) adalah
kation utama di cairan ekstraseluler dan berperan krusial dalam menjaga homeostasis
tubuh, termasuk keseimbangan cairan dan elektrolit, transmisi impuls saraf, kontraksi
otot, dan pengaturan tekanan darah. Kebutuhan fisiologis minimum natrium untuk orang
dewasa diperkirakan hanya sekitar 500 mg per hari, setara dengan kurang dari 1,3 gram
garam.
Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan
Periode transisional menjelang akhir tahun, yang ditandai dengan perayaan keagamaan, cuti bersama, dan peningkatan interaksi sosial, merupakan waktu krusial yang menuntut perhatian serius terhadap manajemen kesehatan pribadi. Secara sosiologis, momen ini sering dianggap sebagai masa istirahat (respite), namun secara fisiologis dan psikologis, ini justru dapat memicu serangkaian tantangan yang menguji kapasitas adaptif individu. Pola hidup yang cenderung bergeser dari rutinitas yang terstruktur (kerja atau sekolah) menjadi lingkungan yang lebih longgar (liburan) seringkali mengakibatkan penyimpangan dari praktik kesehatan yang ideal, termasuk disregulasi pola makan, penurunan aktivitas fisik, dan gangguan tidur.
Penulis : Prastiwi Puji Rahayu
Gangguan jiwa menurut PPDGJ adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang prnting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maramis, 2010).
Penulis : Akrim Wasniyati
Berbicara adalah hal biasa yang dilakukan semua orang untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, interaksi, harga diri, bahkan aktualisasi diri, yang bahkan sudah dilakukan sejak anak dalam kandungan. Dengan saling berbicara kita bisa saling memahami satu sama lain, namun ada kalanya kita tidak paham dengan apa yang disampaikan orang lain.
Penulis : Budi Wiratmoko, S.Kep., Ners
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat,
namun masih sering disalahpahami. Salah satu penyebab utama kekambuhan pada pasien dengan
gangguan jiwa adalah putus obat, kurangnya pendampingan keluarga, stigma sosial, serta
ketidaktahuan pasien maupun keluarga mengenai cara merawat dan mencegah kekambuhan.
Penulis : Dianingtyas Agustin, S.Kep.Ns
Transisi dari perawatan rumah sakit ke perawatan di rumah (discharge) adalah fase kritis pada manajemen gangguan jiwa. Pemulangan pasien gangguan jiwa dari rumah sakit ke rumah merupakan momen rentan yang mempengaruhi risiko re-hospitalisasi, kepatuhan pengobatan, dan kesejahteraan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan utama yang menentukan keberhasilan pemulihan pasien gangguan jiwa setelah rawat inap di RSJ
Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan
Kesehatan mental adalah pilar integral dari kesejahteraan individu, yang secara intrinsik dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal lingkungan. Di antara faktor-faktor tersebut, perubahan musim, yang ditandai oleh siklus tahunan variasi intensitas dan durasi sinar matahari, suhu, serta pola cuaca, merupakan variabel lingkungan yang paling konsisten memengaruhi ritme biologis manusia. Fenomena ini memiliki dasar neurobiologis yang mendalam, memengaruhi regulasi mood, pola tidur, dan tingkat energi.
Penulis : Hajar Rohmadi, S.Kep., Ns
Pasien dengan skizofrenia paranoid ditandai dengan waham kejar dan halusinasi auditorik yang intens, sering kali berujung pada perilaku agresif. Kekambuhan skizofrenia menjadi tantangan utama dalam pengelolaan pasien psikiatri, terutama di fasilitas gawat darurat. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor utama yang memicu kekambuhan.
Penulis : dr. Sawitri, M.Sc. Sp.KJ
Narkotika adalah zat / obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. ( contoh : putau, kokain, ganja ).