Karya Tulis

Kemasan Obat: Bukan Sekadar "Pembungkus"

Penulis : Agnes A. Aditya SF., Apt.

Saat membeli obat di Apotek, sebagian besar masyarakat hanya memperhatikan nama obat dan aturan pakainya. Padahal, kemasan obat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat hingga digunakan oleh pasien.

Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) nomor 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi dan Suplemen Kesehatan, kemasan obat adalah wadah yang bersentuhan langsung atau tidak bersentuhan langsung dengan isi produk obat. Komponen tersebut dapat berupa botol, blister, vial, ampul, tutup, maupun kotak luar yang menyertai obat. Kemasan obat terbagi menjadi kemasan primer dan kemasan sekunder.

Sedangkan menurut Farmakope Indonesia Edisi VI Tahun 2020, wadah adalah suatu tempat penyimpanan bahan yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan bahan. Wadah terbagi menjadi wadah langsung dan wadah tidak langsung. Wadah langsung adalah wadah yang langsung berhubungan dengan bahan sepanjang waktu. Tutup adalah bagian dari wadah

2 Diunduh 8 Dilihat

Apakah Daging Qurban Menyebabkan Hipertensi dan Kolesterol Tinggi?

Penulis : Dra. Istinganah, Apt., M.Kes

Daging sebenarnya merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan jaringan, otot, hormon, dan sistem imun. Namun, daging juga dapat mengandung lemak jenuh dan kolesterol, terutama bila menggunakan bagian daging yang banyak lemak atau dikonsumsi dalam jumlah besar. Selain itu, faktor yang sering dilupakan masyarakat adalah bumbu dan cara pengolahan.

 

2 Diunduh 7 Dilihat

Tangan Bersih, Hidup Lebih Sehat

Penulis : Prastiwi Puji Rahayu, S.Kep.,Ns, M.Kep.,Sp.Kep.J

Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas kuman. Pernahkan kita membayangkan berapa
banyak kuman yang menempel di tangan kita setiap hari”. Dalam kehidupan sehari-hari, tangan
merupakan bagian tubuh yang paling sering digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari,
mulai dari makan, memegang benda, memegang uang, gagang pintu, kendaraaan umum,
menggunakan telepon genggam berjabat tangan, hingga merawat anggota keluarga yang sakit.
Namun, tanpa disadari tangan juga menjadi “alat transportasi” atau media utama penyebaran
kuman, bakteri, virus, dan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

25 Diunduh 59 Dilihat

Hidup Berkualitas Dari Perspektif Lansia

Penulis : dr. Wikan Ardiningrum, M.Sc, Sp.KJ, (K)

Hidup lansia yang berkualitas merupakan tujuan dari perawatan lansia. Meskipun lansia mengalami perubahan kondisi fisiologis akibat penuaan, sakit kronis, kehilangan orang terdekat, kesepian, gangguan mental atau perubahan kondisi lainnya; akan tetap ada yang bisa diusahakan supaya hidup mereka tetap berkualitas.

Hidup berkualitas adalah kondisi sejahtera lahir dan batin yang ditandai dengan keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, hubungan sosial yang bermakna, serta kepuasan batin dan makna hidup. Hidup berkualitas bukan sekadar tentang kekayaan materi, melainkan persepsi individu atas pencapaian tujuan, harapan, dan standar hidup seorang individu.

23 Diunduh 60 Dilihat

Seberapa Penting Oral Hygiene pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran

Penulis : Sri Widodo, SST. Ners

Mulut salah satu bagian pertama dari sistem percernaan dan merupakan bagian dari sistem pernafasan. Rongga mulut merupakan bagian dari sistem pencernaan pada tubuh manusia . Dalam rongga mulut terdapat gigi dan lidah yang berperan penting dalam proses pencernaan awal. Selain gigi dan lidah, ada pula saliva yang penting untuk membersihkan mulut secara mekanis. Gigi dan mulut merupakan bagian dari awal tubuh yang menerima makanan, cairan dan salah satu organ awal yang terlibat dalam proses pencernaan. Keadaan rongga ,mulut yang basah, gelap dan lembab sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan penyakit.

35 Diunduh 86 Dilihat

Pendekatan Humanis dalam Penanganan Pasien Agitasi di IGD Psikiatri Mengurangi Risiko Kekerasan Melalui Terapi Musik dan De-Eskalasi Verbal

Penulis : Hajar Rohmadi, S.Kep.,Ns.

Pasien gangguan jiwa yang mengalami agitasi merupakan salah satu kondisi yang paling sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) psikiatri. Agitasi ditandai dengan peningkatan aktivitas motorik, ketegangan emosional, perilaku gelisah, mudah marah, sulit diarahkan, hingga munculnya perilaku agresif atau kekerasan. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan aman karena tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga terhadap keluarga, petugas kesehatan, dan lingkungan pelayanan rumah sakit.

37 Diunduh 67 Dilihat

Panduan Membersihkan dan Menyimpan Daging Kurban Agar Awet & Higienis

Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan

Menjelang Idul Adha, manajemen stok daging menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap rumah tangga. Kesalahan kecil dalam penanganan awal dapat berdampak besar pada kualitas nutrisi dan keamanan pangan bagi keluarga. Artikel ini akan membahas secara mendalam teknik penanganan daging kurban mulai dari meja dapur hingga ke dalam pembeku (
freezer).

61 Diunduh 141 Dilihat

Terapi Tarik Nafas Dalam Solusi Murah dan Mudah Atasi Gangguan Jiwa

Penulis : Nurfaozin, S.Kep.,Ners

Terapi tarik nafas dalam bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang berfungsi menenangkan tubuh. Saat seseorang menarik nafas perlahan dan dalam, tubuh akan menerima sinyal untuk rileks sehingga denyut jantung menjadi lebih stabil, tekanan darah menurun, dan pikiran menjadi lebih tenang.

86 Diunduh 81 Dilihat

Analisis Teori Interpersonal Peplau Dalam Intervensi Cognitive Behavioral Therapy (Cbt) Pada Pasien Dengan Halusinasi Dan Risiko Perilaku Kekerasan

Penulis : Sadarwati, S.Kep. Ners

Teori hubungan interpersonal yang dikembangkan oleh Hildegard E. Peplau menempatkan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien sebagai inti dalam proses penyembuhan. Dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya pada pasien dengan halusinasi dan risiko perilaku kekerasan, teori ini menjadi sangat relevan ketika dikombinasikan dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Peplau (1952) membagi hubungan terapeutik ke dalam empat fase, yaitu orientasi, identifikasi, eksploitasi, dan resolusi, yang masing-masing dapat diintegrasikan secara sistematis dalam intervensi CBT.

36 Diunduh 51 Dilihat

Pentingnya Cek Kesehatan Dengan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium Secara Rutin

Penulis : Purwanto Kunto, SST

Kita sudah mengenal dengan istilah medical check up dan general check up yang sering digunakan dalam pemeriksaan kesehatan rutin yang merupakan serangkaian tes dan evaluasi medis yang dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi tubuh seseorang yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengantisipasi adanya penyakit.atau sekadar menjadi prasyarat untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tertentu di suatu institusi

37 Diunduh 43 Dilihat