Unduh file penting dari RSJ Grhasia dengan mudah dan cepat.
Penulis : Arwanto, S.ST.Ns
Kecubung (Datura spp.) adalah tanaman berbunga yang tampak menarik dengan warna ungu, putih, atau kuning yang mencolok. Namun, di balik keindahannya, kecubung menyimpan bahaya serius bagi kesehatan manusia.
Penulis : dr. Krisma Kurnia, SpPD, FINASIM & dr. Joep A. Djojodibroto, M.A. (HMPP)
Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) telah digunakan manusia selama ribuan tahun
sebagai pengawet dan penyedap rasa. Dari perspektif biologis, natrium (Na⁺) adalah
kation utama di cairan ekstraseluler dan berperan krusial dalam menjaga homeostasis
tubuh, termasuk keseimbangan cairan dan elektrolit, transmisi impuls saraf, kontraksi
otot, dan pengaturan tekanan darah. Kebutuhan fisiologis minimum natrium untuk orang
dewasa diperkirakan hanya sekitar 500 mg per hari, setara dengan kurang dari 1,3 gram
garam.
Penulis : Astrit Ikafitriani, S.Farm., Apt., MPH
BUD (Beyond Use Date) sama dengan batas waktu penggunaan obat. BUD merupakan suatu batas waktu suatu obat sudah tidak boleh disimpan atau digunakan lagi, dihitung dari tanggal/waktu obat tersebut diracik, disiapkan, atau dibuka dari kemasan primernya. Kemasan primer adalah kemasan/bungkus/wadah yang bersentuhan langsung dengan bahan obat, seperti botol, blister, strip, tube, ampul, vial, dan sebagainya.
Penulis : Astrit Ikafitriani, S.Farm., Apt., MPH
Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatankesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (Kemenkes, 2016).
Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep
Ekspresi emosi yang tak wajar dan penyimpangan yang sangat dasar merupakan tanda gangguan jiwa yang di sebut skizofrenia. Perilaku kekerasan merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi pada ektremitas yang dikenal dengan restrain fisik.
Penulis : Sri Widodo, SST Ners.
Masa remaja adalah salah satu periode paling dinamis sekaligus kompleks dalam siklus hidup manusia. Dalam fase transisi ini menjembatani ketergantungan masa kanak-kanak menuju kemandirian masa dewasa. Pada masa ini, seseorang mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun psikologis. Masa remaja juga merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, nilai kehidupan, kemandirian, dan identitas diri. Batasan usia remaja menurut World Health Organization (WHO) adalah 10 sampai dengan 19 tahun (Kementerian kesehatan Republik Indonesia, 2014). WHO mendefinisikan remaja sebagai suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali dirinya menunjukkan tandatanda seksual sekunder sampai mencapai kondisi kematangan seksual
Penulis : Dianingtyas Agustin, S.Kep.Ns
Diam bukan selalu kuat. Bercerita dalam konteks kesehatan jiwa adalah proses mengungkapkan pengalaman, emosi dan makna hidup secara lisan, tulisan atau menggunakan media kreatif. Bercerita itu penting, karena bermanfaat untuk mengenali emosi, mengurangi tekanan, memperoleh dukungan sosial, menemukan makna, menguatkan rasa memiliki kendali. Bercerita bukan sekadar kegiatan menuangkan pengalaman kepada orang lain, tetapi proses menyusun kekacauan perasaan menjadi makna, mengenali diri lebih dalam, dan membuka pintu bagi dukungan yang menyembuhkan. Banyak orang menyimpan luka dalam bentuk yang sulit dijelaskan: cemas yang datang tanpa sebab jelas, sedih yang menumpuk, rasa bersalah yang berulang, atau kelelahan yang tidak hilang meski sudah beristirahat.
Penulis : Dra. Istinganah, Apt., M.Kes
Pernahkah mendengar seseorang berkata bahwa dirinya merasa lebih baik setelah minum obat, padahal ternyata obat tersebut hanyalah tablet kosong tanpa kandungan zat aktif obat? Atau ada pasien yang merasa nyerinya berkurang setelah disuntik cairan NaCl 0,9% (garam fisiologis) karena ia yakin sedang menerima terapi yang ampuh? Fenomena tersebut dikenal sebagai efek placebo.
Penulis : Dian Pangestuti, ST
Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang mengandung bahan organik, mikroorganisme patogen, serta zat kimia berbahaya. Pengolahan limbah cair melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi langkah penting untuk menurunkan kadar pencemar sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas IPAL dalam menurunkan parameter pencemar utama seperti BOD, COD dan TSS. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan membandingkan kualitas air limbah sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil menunjukkan bahwa IPAL mampu menurunkan kadar BOD sebesar 98,13%, COD 98,45%, dan TSS 81,64%, sehingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Dengan demikian, IPAL rumah sakit dinilai efektif dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan.