Karya Tulis

Seberapa Penting Oral Hygiene pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran

Penulis : Sri Widodo, SST. Ners

Mulut salah satu bagian pertama dari sistem percernaan dan merupakan bagian dari sistem pernafasan. Rongga mulut merupakan bagian dari sistem pencernaan pada tubuh manusia . Dalam rongga mulut terdapat gigi dan lidah yang berperan penting dalam proses pencernaan awal. Selain gigi dan lidah, ada pula saliva yang penting untuk membersihkan mulut secara mekanis. Gigi dan mulut merupakan bagian dari awal tubuh yang menerima makanan, cairan dan salah satu organ awal yang terlibat dalam proses pencernaan. Keadaan rongga ,mulut yang basah, gelap dan lembab sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan penyakit.

82 Diunduh 155 Dilihat

Pendekatan Humanis dalam Penanganan Pasien Agitasi di IGD Psikiatri Mengurangi Risiko Kekerasan Melalui Terapi Musik dan De-Eskalasi Verbal

Penulis : Hajar Rohmadi, S.Kep.,Ns.

Pasien gangguan jiwa yang mengalami agitasi merupakan salah satu kondisi yang paling sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) psikiatri. Agitasi ditandai dengan peningkatan aktivitas motorik, ketegangan emosional, perilaku gelisah, mudah marah, sulit diarahkan, hingga munculnya perilaku agresif atau kekerasan. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan aman karena tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga terhadap keluarga, petugas kesehatan, dan lingkungan pelayanan rumah sakit.

74 Diunduh 199 Dilihat

Panduan Membersihkan dan Menyimpan Daging Kurban Agar Awet & Higienis

Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan

Menjelang Idul Adha, manajemen stok daging menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap rumah tangga. Kesalahan kecil dalam penanganan awal dapat berdampak besar pada kualitas nutrisi dan keamanan pangan bagi keluarga. Artikel ini akan membahas secara mendalam teknik penanganan daging kurban mulai dari meja dapur hingga ke dalam pembeku (
freezer).

107 Diunduh 258 Dilihat

Terapi Tarik Nafas Dalam Solusi Murah dan Mudah Atasi Gangguan Jiwa

Penulis : Nurfaozin, S.Kep.,Ners

Terapi tarik nafas dalam bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang berfungsi menenangkan tubuh. Saat seseorang menarik nafas perlahan dan dalam, tubuh akan menerima sinyal untuk rileks sehingga denyut jantung menjadi lebih stabil, tekanan darah menurun, dan pikiran menjadi lebih tenang.

130 Diunduh 211 Dilihat

Analisis Teori Interpersonal Peplau Dalam Intervensi Cognitive Behavioral Therapy (Cbt) Pada Pasien Dengan Halusinasi Dan Risiko Perilaku Kekerasan

Penulis : Sadarwati, S.Kep. Ners

Teori hubungan interpersonal yang dikembangkan oleh Hildegard E. Peplau menempatkan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien sebagai inti dalam proses penyembuhan. Dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya pada pasien dengan halusinasi dan risiko perilaku kekerasan, teori ini menjadi sangat relevan ketika dikombinasikan dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Peplau (1952) membagi hubungan terapeutik ke dalam empat fase, yaitu orientasi, identifikasi, eksploitasi, dan resolusi, yang masing-masing dapat diintegrasikan secara sistematis dalam intervensi CBT.

111 Diunduh 782 Dilihat

Pentingnya Cek Kesehatan Dengan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium Secara Rutin

Penulis : Purwanto Kunto, SST

Kita sudah mengenal dengan istilah medical check up dan general check up yang sering digunakan dalam pemeriksaan kesehatan rutin yang merupakan serangkaian tes dan evaluasi medis yang dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi tubuh seseorang yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengantisipasi adanya penyakit.atau sekadar menjadi prasyarat untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tertentu di suatu institusi

70 Diunduh 94 Dilihat

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Pada Campak

Penulis : dr Dea Noviana Pramantik, MSc, SpPK, SubSp P.I(K)

Campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis. Virus ini mudah menular dan terutama menyerang saluran pernapasan. Penularan campak dari satu orang ke orang lain terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui transmisi airborne dan penderita campak menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah muncul ruam.

118 Diunduh 197 Dilihat

Jangan Remehkan Tidur Kunci Sederhana Menjaga Kesehatan Tubuh

Penulis : Mamat Supri Rohmat, S.Kep., Ners

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan modern. Di tengah tuntutan produktivitas pekerjaan yang semakin tinggi, hiburan digital, serta gaya hidup serba cepat sering kali menjadikan tidur sebagai hal yang dianggap kurang penting. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

125 Diunduh 176 Dilihat

Sindrom Metabolik

Penulis : dr. Anton Wijaya Kusuma
 

Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Sindrom ini
dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, diabetes tipe 2, dan
stroke. Seseorang dikatakan menderita sindrom metabolik jika mengalami sedikitnya tiga dari lima
kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), kadar HDL rendah (dislipidemia), kadar trigliserida
tinggi, kadar gula darah tinggi atau prediabetes, dan obesitas dengan penumpukan lemak di perut.
Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit berat. Namun, perkembangan
sindrom metabolik dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor yang menyebabkan lima
kondisi tersebut, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

83 Diunduh 216 Dilihat

Restrain kimia pada skizofrenia dengan resiko bunuh diri

Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep

Bunuh diri merupakan penyebab utama kematian dini pada individu dengan skizofrenia. Bunuh diri merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi kimia . Study kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas restrain kimia terhadap tingkat resiko bunuh diri dengan menggunakan skala courtessy of pshychiatric of nursing pada pasien skizofrenia. Penelitian ini yaitu laporan kasus ( case report ) dengan intervensi keperawatan kolaboratif restrain kimia yang dilaksanakan dalam durasi 24 jam selama rawat inap. Hasil study kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi kolaboratif restrain kimia dalam durasi 24 jam selama rawat inap terdapat penurunan tingkat resiko bunuh diri dari skala 12 ( tinggi ) menjadi skala 4 ( rendah ). Kesimpulan : restrain kimia mengurangi resiko bunuh diri pada pasien skizofrenia.

102 Diunduh 146 Dilihat