Unduh karya tulis di RSJ Grhasia
Penulis : Nurfaozin, S.Kep.,Ners
Terapi tarik nafas dalam bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang berfungsi menenangkan tubuh. Saat seseorang menarik nafas perlahan dan dalam, tubuh akan menerima sinyal untuk rileks sehingga denyut jantung menjadi lebih stabil, tekanan darah menurun, dan pikiran menjadi lebih tenang.
Penulis : Sadarwati, S.Kep. Ners
Teori hubungan interpersonal yang dikembangkan oleh Hildegard E. Peplau menempatkan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien sebagai inti dalam proses penyembuhan. Dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya pada pasien dengan halusinasi dan risiko perilaku kekerasan, teori ini menjadi sangat relevan ketika dikombinasikan dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Peplau (1952) membagi hubungan terapeutik ke dalam empat fase, yaitu orientasi, identifikasi, eksploitasi, dan resolusi, yang masing-masing dapat diintegrasikan secara sistematis dalam intervensi CBT.
Penulis : Purwanto Kunto, SST
Kita sudah mengenal dengan istilah medical check up dan general check up yang sering digunakan dalam pemeriksaan kesehatan rutin yang merupakan serangkaian tes dan evaluasi medis yang dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi tubuh seseorang yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengantisipasi adanya penyakit.atau sekadar menjadi prasyarat untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tertentu di suatu institusi
Penulis : dr Dea Noviana Pramantik, MSc, SpPK, SubSp P.I(K)
Campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis. Virus ini mudah menular dan terutama menyerang saluran pernapasan. Penularan campak dari satu orang ke orang lain terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui transmisi airborne dan penderita campak menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah muncul ruam.
Penulis : Mamat Supri Rohmat, S.Kep., Ners
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan modern. Di tengah tuntutan produktivitas pekerjaan yang semakin tinggi, hiburan digital, serta gaya hidup serba cepat sering kali menjadikan tidur sebagai hal yang dianggap kurang penting. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Penulis : dr. Anton Wijaya Kusuma
Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Sindrom ini
dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, diabetes tipe 2, dan
stroke. Seseorang dikatakan menderita sindrom metabolik jika mengalami sedikitnya tiga dari lima
kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), kadar HDL rendah (dislipidemia), kadar trigliserida
tinggi, kadar gula darah tinggi atau prediabetes, dan obesitas dengan penumpukan lemak di perut.
Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit berat. Namun, perkembangan
sindrom metabolik dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor yang menyebabkan lima
kondisi tersebut, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.
Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep
Bunuh diri merupakan penyebab utama kematian dini pada individu dengan skizofrenia. Bunuh diri merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi kimia . Study kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas restrain kimia terhadap tingkat resiko bunuh diri dengan menggunakan skala courtessy of pshychiatric of nursing pada pasien skizofrenia. Penelitian ini yaitu laporan kasus ( case report ) dengan intervensi keperawatan kolaboratif restrain kimia yang dilaksanakan dalam durasi 24 jam selama rawat inap. Hasil study kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi kolaboratif restrain kimia dalam durasi 24 jam selama rawat inap terdapat penurunan tingkat resiko bunuh diri dari skala 12 ( tinggi ) menjadi skala 4 ( rendah ). Kesimpulan : restrain kimia mengurangi resiko bunuh diri pada pasien skizofrenia.
Penulis : Sri Suyatmi, S.Kep. Ns. M.Kep
Ekspresi emosi yang tak wajar dan penyimpangan yang sangat dasar merupakan tanda gangguan jiwa . Perilaku kekerasan merupakan respon terhadap stessor yang di hadapi seseorang yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan antara lain menggunakan fiksasi kimia pada dengan obat antipsikotik. Study kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas fiksasi kimia terhadap tingkat perilaku kekerasan dengan menggunakan skala courtessy of pshychiatric of nursing pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini yaitu laporan kasus ( case report ) dengan intervensi kolaborasi fiksasi kimia yang dilaksanakan dalam durasi 24 jam selama rawat inap. Hasil study kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi kolaborasi restrain kimia dalam durasi 24 jam selama rawat inap terdapat penurunan tingkat perilaku kekerasan dari skala 14 ( tinggi ) menjadi skala 4 ( sedang ). Kesimpulan : restrain kimia mengurangi perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa.
Penulis : Aril Halida
Ketika mendengar istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagian besar orang masih membayangkan helm proyek, alat pelindung diri, rambu keselamatan, atau prosedur evakuasi darurat. Namun, perkembangan ilmu dan kebijakan global menunjukkan bahwa K3 modern tidak lagi terbatas pada aspek fisik semata.