Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY melaksanakan Apel Pagi Akreditasi yang bertempat di Pendopo Keasistenan. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan RS Jiwa Grhasia DIY sebagai bagian dari kegiatan rutin sekaligus sarana untuk menyampaikan arahan terkait pelayanan dan kesiapan rumah sakit dalam menjaga mutu serta keselamatan pasien.
Dalam amanatnya, dr. Joep Ahmad Djojodibroto, M.A. menyampaikan beberapa hal mengenai penanganan dan penempatan pasien berdasarkan kondisi serta kebutuhan pelayanan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya assessment kondisi pasien saat masuk sebagai dasar dalam menentukan penanganan dan kebutuhan perawatan pasien.
Selain itu, disampaikan mengenai penerapan isolasi bagi pasien dengan kondisi tertentu, termasuk pasien dengan immunocompromise. Beberapa ruang perawatan dan isolasi telah disiapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan pasien, seperti pasien psikogeriatri, psikiatri, psikiatri anak dan remaja, pasien dengan komorbiditas fisik, serta pasien rehabilitasi NAPZA.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa apabila terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) atau airborne disease, maka fasilitas isolasi tertentu akan diaktifkan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Selain itu, dibahas pula mengenai kriteria pasien rawat jalan yang membutuhkan asuhan kompleks, terutama pasien dengan diagnosis kompleks yang memiliki tiga atau lebih diagnosis dengan tata laksana masing-masing, maupun pasien yang membutuhkan asuhan dari lebih dari tiga PPK dalam satu hari.
Melalui apel pagi ini, karyawan diharapkan semakin memahami pentingnya assessment pasien, ketepatan penempatan pasien, serta kesiapan fasilitas isolasi dalam mendukung pelayanan yang aman dan sesuai kebutuhan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya RS Jiwa Grhasia DIY untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memenuhi standar akreditasi rumah sakit.(Mahasiswa Praktik/Handa)