Panduan Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Higienis dan Awet

19 Mei 2026

Menjelang Hari Raya Iduladha, pengelolaan daging kurban menjadi perhatian penting bagi masyarakat agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga. Penanganan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri serta menurunkan kualitas daging selama penyimpanan.

Melalui edukasi kesehatan, masyarakat diimbau untuk memahami cara penanganan daging kurban yang benar mulai dari proses penyimpanan, pengemasan, hingga pencairan daging sebelum diolah. Langkah sederhana namun tepat dapat membantu menjaga kualitas nutrisi sekaligus mencegah risiko gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak higienis.

Salah satu hal yang masih sering dilakukan masyarakat adalah mencuci daging mentah sebelum disimpan. Padahal, secara medis tindakan tersebut tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri melalui percikan air ke area dapur maupun peralatan makan di sekitarnya. Selain itu, kelembapan berlebih pada daging juga dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan memengaruhi kualitas tekstur daging saat dibekukan.

Apabila ditemukan kotoran fisik seperti sisa bulu atau pasir, masyarakat dianjurkan cukup membersihkan bagian tersebut menggunakan tisu dapur sekali pakai atau memotong bagian yang kotor dengan pisau bersih tanpa perlu mencuci seluruh permukaan daging.

Dalam proses penyimpanan, daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan karena jeroan memiliki risiko kontaminasi bakteri yang lebih tinggi dan lebih cepat mengalami pembusukan. Daging juga dianjurkan dibagi ke dalam beberapa porsi sekali masak agar tidak terjadi proses cair-beku berulang yang dapat menurunkan kualitas daging.

Untuk menjaga daya tahan daging, suhu penyimpanan menjadi faktor yang sangat penting. Daging segar hanya bertahan sekitar 2–4 jam pada suhu ruang, 3–5 hari di dalam chiller dengan suhu 0–4°C, dan dapat bertahan hingga 6–12 bulan apabila disimpan di freezer dengan suhu -18°C atau lebih rendah.

Selain itu, penggunaan wadah atau plastik food grade kedap udara sangat dianjurkan guna mencegah oksidasi dan menjaga kualitas aroma daging. Sebelum dimasukkan ke freezer, daging juga sebaiknya didinginkan terlebih dahulu di chiller selama beberapa jam untuk menjaga tekstur tetap baik.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan proses pencairan daging beku. Cara yang paling aman adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller sehari sebelum dimasak. Metode ini membantu menjaga suhu daging tetap stabil sehingga mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.

Dengan penanganan yang tepat, daging kurban dapat tetap higienis, aman dikonsumsi, serta memiliki kualitas yang baik saat diolah untuk keluarga. Edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam pengolahan bahan pangan di rumah tangga. (Sumber : Karya Tulis dr. Rommy Rabbany Masdan)