Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan
Periode transisional menjelang akhir tahun, yang ditandai dengan perayaan keagamaan, cuti bersama, dan peningkatan interaksi sosial, merupakan waktu krusial yang menuntut perhatian serius terhadap manajemen kesehatan pribadi. Secara sosiologis, momen ini sering dianggap sebagai masa istirahat (respite), namun secara fisiologis dan psikologis, ini justru dapat memicu serangkaian tantangan yang menguji kapasitas adaptif individu. Pola hidup yang cenderung bergeser dari rutinitas yang terstruktur (kerja atau sekolah) menjadi lingkungan yang lebih longgar (liburan) seringkali mengakibatkan penyimpangan dari praktik kesehatan yang ideal, termasuk disregulasi pola makan, penurunan aktivitas fisik, dan gangguan tidur.