Sleman – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia DIY menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat bertema “Stunting dan Wasting: Medis dan Psikologis” pada Sabtu (18/4/2026) di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen RSJ Grhasia tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan jiwa, tetapi juga sebagai institusi yang aktif dalam upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait keterkaitan kesehatan fisik dan mental sejak masa kehamilan.
Direktur RSJ Grhasia, dr. Akhmad Akhadi, S., M.P.H., menyampaikan bahwa permasalahan stunting dan wasting masih menjadi isu penting yang perlu ditangani secara komprehensif. “Pencegahan stunting tidak bisa hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental ibu hamil. Keduanya saling berkaitan dan sangat menentukan kualitas 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya.
Kegiatan ini menyasar ibu hamil, khususnya pada trimester pertama dan kedua, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam mencegah gangguan pertumbuhan sejak dini. Edukasi disampaikan melalui metode pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pertama, dr. Rista Ria Febriani, Sp.A, selaku dokter spesialis anak RSJ Grhasia, memaparkan materi mengenai pencegahan stunting dan wasting sejak masa kehamilan. Ia menjelaskan pentingnya pemenuhan nutrisi yang optimal, pemantauan pertumbuhan janin, serta pencegahan infeksi yang dapat menghambat penyerapan gizi.
Selanjutnya, sesi kedua disampaikan oleh Rina Eko Widarsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang mengangkat topik pengelolaan kesehatan mental prenatal. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kondisi stres pada ibu hamil dapat memengaruhi hormon pertumbuhan janin, sehingga diperlukan kemampuan regulasi emosi dan dukungan psikologis dari lingkungan, terutama keluarga.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada pada angka 16,4 persen, sementara di Kabupaten Sleman berkisar antara 12 hingga 15 persen. Meski tergolong lebih rendah dari angka nasional, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius karena berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Melalui kegiatan ini, RSJ Grhasia berharap ibu hamil dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental selama kehamilan. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ibu dalam mengelola asupan nutrisi serta mengendalikan stres, sehingga dapat mendukung pertumbuhan janin yang optimal.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara RSJ Grhasia dan Puskesmas Cangkringan dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Ke depan, RSJ Grhasia berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini. (Hukmas)