Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memenuhi standar akreditasi rumah sakit, RS Grhasia terus memperkuat implementasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyelenggaraan Pelatihan PPI Dasar bagi tenaga kesehatan pada 4–7 Mei 2026 di Gedung Grha Ganesha Diklat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya sebagai bagian dari tim PPI di lingkungan rumah sakit.
Pelatihan dilaksanakan secara klasikal selama 4 hari dengan total 35 jam pelajaran, yang dirancang untuk memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi sesuai standar dalam menjalankan program PPI di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan salah satu elemen penting dalam penilaian mutu dan keselamatan pasien dalam standar akreditasi rumah sakit. Implementasi PPI yang optimal tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan rumah sakit dalam melindungi pasien, petugas, dan lingkungan dari risiko infeksi.
Upaya ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, yang menegaskan bahwa pelaksanaan PPI harus didukung oleh edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh tenaga kesehatan.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi inti, mulai dari epidemiologi Healthcare Associated Infections (HAIs), kewaspadaan isolasi, surveilans infeksi, hingga penyusunan Infection Control Risk Assessment (ICRA) dan monitoring program PPI. Kompetensi ini menjadi dasar dalam memastikan pelaksanaan PPI berjalan sesuai standar dan dapat terukur.
Direktur RS Grhasia, dr. Akhmad Akhadi S., M.P.H., menegaskan bahwa pengendalian infeksi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh tenaga kesehatan.
“PPI bukan hanya pemenuhan standar, tetapi bagian dari budaya kerja yang harus kita bangun bersama. Kepatuhan terhadap cuci tangan dan penggunaan APD menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga keselamatan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, RS Grhasia menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengendalian infeksi yang terstandar, terukur, dan berkelanjutan. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, diharapkan implementasi PPI di setiap unit pelayanan semakin optimal dan mendukung peningkatan mutu serta keselamatan pasien secara menyeluruh.(Humas)