RS Grhasia

Imunisasi, Ikhtiar Sederhana Lindungi Anak dari Campak

27 July 2026 Bidang

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Momen ini menjadi pengingat sederhana tapi penting bahwa setiap anak berhak tumbuh sehat, aman, dan terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Sayangnya, belakangan ini kita kembali dihadapkan pada lonjakan kasus campak di berbagai daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Padahal, penyakit ini bisa dicegah dengan cara yang sederhana yaitu imunisasi.

Seberapa Serius Lonjakan Kasus Campak Saat Ini?

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga akhir Februari 2026 terdapat sekitar 8.224 kasus suspek campak dengan 4 kasus kematian, serta 21 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. DIY termasuk salah satu dari lima provinsi dengan jumlah KLB campak terbanyak, bersama Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah (Kementerian Kesehatan RI, 2026).

Salah satu penyebab utamanya adalah menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir, dari 92% (2024) menjadi 82% (2025) untuk dosis pertama, dan dari 82,3% menjadi 77,6% untuk dosis kedua pada periode yang sama (Kementerian Kesehatan RI, 2026).

Apa Itu Campak dan Kenapa Berbahaya?

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular lewat percikan batuk atau bersin. Satu penderita bahkan bisa menularkan ke belasan orang di sekitarnya jika mereka belum punya kekebalan. Gejalanya meliputi:

  • Demam tinggi
  • Batuk, pilek, dan mata merah
  • Ruam kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh
  • Anak tampak lemas, sulit makan atau minum
  • Kejang atau sesak napas

Pada sebagian anak, terutama yang status gizinya kurang baik, campak bisa berujung pada komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul gejala-gejala di atas, terutama jika imunisasinya belum lengkap.

Kenapa Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan?

Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari campak dan komplikasinya. Vaksin bekerja membantu tubuh membentuk kekebalan, sehingga risiko tertular maupun mengalami komplikasi berat bisa ditekan jauh lebih rendah. Merespons lonjakan kasus, Kemenkes menggencarkan:

  • Imunisasi Respons Outbreak (ORI) di wilayah yang mengalami KLB
  • Imunisasi kejar (catch-up immunization) di daerah dengan cakupan rendah, ditargetkan tuntas pertengahan 2026 (Kementerian Kesehatan RI, 2026)

Kalau imunisasi anak Anda belum lengkap atau jadwalnya tertunda, jangan tunggu lama — segera konsultasikan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Bagaimana Islam Memandang Ikhtiar Menjaga Kesehatan Anak?

Dalam Al Islam dan Kemuhammadiyahan, kesehatan dipandang sebagai amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sehat dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering dilalaikan banyak orang (HR. Al-Bukhari). Al-Qur'an juga mengajarkan untuk tidak menjerumuskan diri pada kebinasaan (QS. Al-Baqarah: 195), dan menegaskan bahwa menyelamatkan satu jiwa setara dengan menyelamatkan semua manusia (QS. Al-Ma'idah: 32) prinsip yang selaras dengan semangat imunisasi sebagai ikhtiar kolektif melindungi generasi.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pun telah menegaskan bahwa vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar yang dianjurkan agama, bahkan menjadi wajib apabila ketiadaan imunisasi berisiko menimbulkan kematian atau kecacatan permanen, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten (Muhammadiyah, 2021). Menjaga kesehatan anak lewat imunisasi bukan berarti kurang tawakal justru itulah wujud tawakal yang benar: berikhtiar maksimal, baru menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Layanan Anak di RS Jiwa Grhasia

Sebagai institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Daerah DIY, RS Jiwa Grhasia turut mendukung upaya promotif dan preventif lewat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Selain pelayanan kesehatan jiwa, RS Jiwa Grhasia juga menyediakan Poliklinik Anak yang dilayani oleh dr. Rista Ria Febriani, Sp.A mulai dari konsultasi kesehatan anak, pemantauan tumbuh kembang, stimulasi bermain edukatif, hingga edukasi orang tua soal pentingnya imunisasi.

Kesimpulan

Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tapi pengingat bahwa perlindungan anak dimulai dari langkah kecil di rumah seperti melengkapi imunisasi, menerapkan hidup bersih dan sehat, dan memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat. Ikhtiar ini sejalan dengan ajaran Islam untuk memelihara amanah kehidupan. Dengan kepedulian bersama, kita bisa mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

 

Ditulis oleh: Ana Nurrochmawati,SKM

Staf Instalasi Diklatlitbang RS Jiwa Grhasia Yogyakarta sekaligus Mahasiswa S2 Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

DAFTAR PUSTAKA

1. Kementerian Kesehatan RI (2026). Kemenkes Waspadai Dinamika Campak Nasional dan Global. https://kemkes.go.id/id/kemenkes-waspadai-dinamika-campak-nasional-dan-global

2. Kementerian Kesehatan RI (2026). Waspada Campak Jelang Libur Lebaran, Kemenkes Percepat Imunisasi Anak di Wilayah Risiko. https://kemkes.go.id/eng/waspada-campak-jelang-libur-lebaran-kemenkes-percepat-imunisasi-anak-di-wilayah-risiko

3. Kementerian Kesehatan RI. Campak. Ayo Sehat Kemenkes. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kulit-subkutan/campak

4. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2021). Vaksinasi Merupakan Bagian dari Ikhtiar yang Dianjurkan Agama. https://muhammadiyah.or.id/2021/01/majelis-tarjih-vaksinasi-merupakan-bagian-dari-ikhtiar-yang-dianjurkan-agama/

5. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2021). Tuntunan Tarjih tentang Vaksin untuk Pencegahan Covid-19. https://muhammadiyah.or.id/2021/01/tuntunan-tarjih-tentang-vaksin-untuk-pencegahan-covid-19/

6. Al-Qur'an dan Terjemahnya. QS. Al-Baqarah (2): 195; QS. Al-Ma'idah (5): 32.