RS Grhasia

RSJ Grhasia DIY Selenggarakan Pelatihan PIC Data Mutu Unit

16 September 2025 Bidang

Sleman, 16 September 2025 – RSJ Grhasia DIY menyelenggarakan Pelatihan PIC Data Mutu (Pengumpul Data Mutu) Unit pada Selasa, 16 September 2025 bertempat di Gedung Diklat Grha Ganesha. Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai dari berbagai unit dengan tujuan meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan serta pengumpulan data mutu di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan dimulai pukul 07.30 WIB dengan rangkaian acara yang terbagi dalam sesi materi, latihan, serta evaluasi. Setelah pembukaan dan pre-test, peserta mendapat materi tentang pemilihan dan pengukuran indikator mutu oleh Sadarwati, S.Kep., Ns., M.Kep., dilanjutkan dengan analisis indikator mutu serta validasi data yang dipaparkan oleh Dr. Warih S., SpKFR.

Selanjutnya, Muhammat Agunadi, SST membawakan materi analisis insiden keselamatan pasien, RCA, dan FMEA. Peserta juga dilatih melakukan asesmen risiko dan prioritas risiko bersama Yakobus Nursetiawan, SST. Selain penyampaian teori, pelatihan ini juga menekankan pada sesi latihan agar peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

Di akhir kegiatan, peserta menjalani post-test untuk mengukur pemahaman dan peningkatan kompetensi setelah mengikuti pelatihan, kemudian ditutup dengan arahan dari panitia.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Joep Ahmed Djojodibroto menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam menjaga mutu layanan kesehatan. 

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para PIC Data Mutu di setiap unit mampu bekerja lebih terarah, sistematis, dan berstandar dalam mengelola data mutu, sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 42 peserta dari berbagai unit kerja RSJ Grhasia DIY, di antaranya perancang diklat, penyusun laporan dan evaluasi, petugas kassa, analis pemasaran, hingga pengelola teknologi informasi.

Dengan adanya pelatihan ini, RSJ Grhasia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan peningkatan kapasitas SDM sebagai bagian dari penguatan sistem mutu dan keselamatan pasien.