Unduh karya tulis di RSJ Grhasia
Penulis : Aril Halida
Ketika mendengar istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagian besar orang masih membayangkan helm proyek, alat pelindung diri, rambu keselamatan, atau prosedur evakuasi darurat. Namun, perkembangan ilmu dan kebijakan global menunjukkan bahwa K3 modern tidak lagi terbatas pada aspek fisik semata.
Penulis : Dianingtyas Agustin, S.Kep.Ns
Di balik kebahagiaan kehamilan, seorang ibu menghadapi tantangan emosional terhadap segala perubahan yang terjadi dalam dirinya. Jika tidak terkelola dengan tepat maka dapat berdampak terjadinya masalah kesehatan mental. Global Reproductive Health menyebutkan 10-20% ibu hamil mengalami kecemasan selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Penulis : dr. Wikan Ardiningrum, M.Sc, Sp.KJ, (K)
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, aktivitas, dan pikiran seseorang. Gangguan ini ditandai dengan episode hipomanik, manik, dan depresi. Tujuan peringatan Hari Bipolar Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global, menghilangkan stigma sosial, dan memberikan edukasi tentang bipolar, yang memengaruhi hampir 40-45 juta orang di seluruh dunia.
Penulis: dr. Rommy Rabbany Masdan
Puasa Ramadan merupakan praktik ibadah wajib bagi umat Islam yang melibatkan pantangan asupan makanan dan cairan dari fajar hingga matahari terbenam. Secara fisiologis, periode ini menginduksi perubahan signifikan pada ritme sirkadian, pola metabolisme, dan profil biokimia tubuh. Praktik time-restricted feeding yang unik ini, karena melibatkan pantangan total terhadap makanan dan cairan selama rata-rata 12 hingga 18 jam, tergantung pada lokasi geografis. Secara klinis, akan membuat tubuh mengalami fase adaptasi metabolik yang signifikan: beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pemanfaatan simpanan lemak (lipolisis) dan badan keton.
Penulis : dr. Krisma Kurnia, SpPD, FINASIM & dr. Joep A. Djojodibroto, M.A. (HMPP)
Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) telah digunakan manusia selama ribuan tahun
sebagai pengawet dan penyedap rasa. Dari perspektif biologis, natrium (Na⁺) adalah
kation utama di cairan ekstraseluler dan berperan krusial dalam menjaga homeostasis
tubuh, termasuk keseimbangan cairan dan elektrolit, transmisi impuls saraf, kontraksi
otot, dan pengaturan tekanan darah. Kebutuhan fisiologis minimum natrium untuk orang
dewasa diperkirakan hanya sekitar 500 mg per hari, setara dengan kurang dari 1,3 gram
garam.
Penulis : dr. Rommy Rabbany Masdan
Periode transisional menjelang akhir tahun, yang ditandai dengan perayaan keagamaan, cuti bersama, dan peningkatan interaksi sosial, merupakan waktu krusial yang menuntut perhatian serius terhadap manajemen kesehatan pribadi. Secara sosiologis, momen ini sering dianggap sebagai masa istirahat (respite), namun secara fisiologis dan psikologis, ini justru dapat memicu serangkaian tantangan yang menguji kapasitas adaptif individu. Pola hidup yang cenderung bergeser dari rutinitas yang terstruktur (kerja atau sekolah) menjadi lingkungan yang lebih longgar (liburan) seringkali mengakibatkan penyimpangan dari praktik kesehatan yang ideal, termasuk disregulasi pola makan, penurunan aktivitas fisik, dan gangguan tidur.
Penulis : Prastiwi Puji Rahayu
Gangguan jiwa menurut PPDGJ adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang prnting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maramis, 2010).
Penulis : Akrim Wasniyati
Berbicara adalah hal biasa yang dilakukan semua orang untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, interaksi, harga diri, bahkan aktualisasi diri, yang bahkan sudah dilakukan sejak anak dalam kandungan. Dengan saling berbicara kita bisa saling memahami satu sama lain, namun ada kalanya kita tidak paham dengan apa yang disampaikan orang lain.
Penulis : Budi Wiratmoko, S.Kep., Ners
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat,
namun masih sering disalahpahami. Salah satu penyebab utama kekambuhan pada pasien dengan
gangguan jiwa adalah putus obat, kurangnya pendampingan keluarga, stigma sosial, serta
ketidaktahuan pasien maupun keluarga mengenai cara merawat dan mencegah kekambuhan.