Unduh file penting dari RSJ Grhasia dengan mudah dan cepat.
Penulis : Agnes A. Aditya SF., Apt
Swamedikasi merupakan salah satu upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri (kuratif). Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti batuk, flu (influenza), demam, nyeri, sakit maag, kecacingan, diare, biang keringat, jerawat, kadas/kurap, ketombe, kudis, kutil, luka bakar, luka iris dan luka serut.
Penulis : Akrim Wasniyati, S.Kep.Ners.MPH
Mindfulnes walking adalah melakukan aktifitas jalan kaki dengan berfokus pada jalan kaki itu sendiri. Menikmati langkah-langkah kaki, merasakan gerakan otot kaki, pinggang, perut, gerakan tangan, tarikan nafas, detak jantung, pikiran dan perasaan diri, fokus pada jalan yang dilewati.
Penulis : Dian Kusumawati, S.Far., Apt.
Salah satu standar minimal pelayanan farmasi di Rumah Sakit adalah waktu tunggu pelayanan obat. Pada pelayanan farmasi di rumah sakit, waktu tunggu pelayanan obat adalah tenggang waktu mulai resep selesai di telaah dan dihitung harganya sampai pasien menerima obat.
Penulis: dr. Rommy Rabbany Masdan
Puasa Ramadan merupakan praktik ibadah wajib bagi umat Islam yang melibatkan pantangan asupan makanan dan cairan dari fajar hingga matahari terbenam. Secara fisiologis, periode ini menginduksi perubahan signifikan pada ritme sirkadian, pola metabolisme, dan profil biokimia tubuh. Praktik time-restricted feeding yang unik ini, karena melibatkan pantangan total terhadap makanan dan cairan selama rata-rata 12 hingga 18 jam, tergantung pada lokasi geografis. Secara klinis, akan membuat tubuh mengalami fase adaptasi metabolik yang signifikan: beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pemanfaatan simpanan lemak (lipolisis) dan badan keton.
Penulis : Arwanto, S.ST.Ns
NAPZA merupakan akronim dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, serta menimbulkan ketergantungan.
Penulis : Yonni Prianto, S.Kep., Ns, M.Kep., Sp.Kep.J
Populasi lansia dengan gangguan kognitif dan emosional memerlukan pendekatan keperawatan jiwa yang holistik dan bermartabat. Terapi reminiscence, sebagai salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa, membantu klien mengingat pengalaman hidup bermakna untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tulisan ini mendeskripsikan penerapan terapi reminiscence terhadap lima klien psikogeriatri (3 laki-laki, 2 perempuan; usia 60–72 tahun) di ruang psikogeriatri rumah sakit jiwa. Intervensi dilakukan dalam tiga sesi bertema masa kecil, masa bekerja, dan pengalaman keluarga. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan mood, minat, kemampuan bercerita, ekspresi emosional positif, serta konsentrasi klien setelah terapi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan fungsi psikososial lansia di ruang perawatan jiwa. Terapi ini termasuk dalam kategori terapi modalitas keperawatan jiwa psikososial berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) PPNI.
Penulis : Prastiwi Puji Rahayu
Gangguan jiwa menurut PPDGJ adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang prnting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maramis, 2010).
Penulis : dr. WIKAN ARDININGRUM, M.Sc, Sp.KJ, K
Menua merupakan suatu proses penurunan atau kemunduran berdasar urutan waktu yang terjadi pada sebagian besar makhluk hidup. Saat seseorang menua dapat terjadi kelemahan, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang buruk, hilangnya mobilitas dan ketangkasan, serta perubahan fisiologis.