Unduh file penting dari RSJ Grhasia dengan mudah dan cepat.
Penulis : Yonni Prianto, S.Kep., Ns, M.Kep., Sp.Kep.J
Populasi lansia dengan gangguan kognitif dan emosional memerlukan pendekatan keperawatan jiwa yang holistik dan bermartabat. Terapi reminiscence, sebagai salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa, membantu klien mengingat pengalaman hidup bermakna untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tulisan ini mendeskripsikan penerapan terapi reminiscence terhadap lima klien psikogeriatri (3 laki-laki, 2 perempuan; usia 60–72 tahun) di ruang psikogeriatri rumah sakit jiwa. Intervensi dilakukan dalam tiga sesi bertema masa kecil, masa bekerja, dan pengalaman keluarga. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan mood, minat, kemampuan bercerita, ekspresi emosional positif, serta konsentrasi klien setelah terapi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan fungsi psikososial lansia di ruang perawatan jiwa. Terapi ini termasuk dalam kategori terapi modalitas keperawatan jiwa psikososial berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) PPNI.
Penulis : Prastiwi Puji Rahayu
Gangguan jiwa menurut PPDGJ adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang prnting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik, dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maramis, 2010).
Penulis : Yakobus Nursetiyawan, SST
Kegiatan pembangunan, renovasi, pemeliharaan, dan pekerjaan konstruksi di lingkungan rumah sakit memiliki potensi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, pasien, pengunjung, maupun petugas rumah sakit. Aktivitas konstruksi dapat menimbulkan berbagai bahaya, antara lain jatuh dari ketinggian, tertimpa material, paparan debu dan kebisingan, bahaya listrik, penggunaan peralatan kerja, kebakaran, serta gangguan terhadap akses dan pelayanan rumah sakit.
Hasil pemeriksaan laboratorium Klinik yang diterima klinisi dan paisien berupa angka atau nilai yang nantinya sangat berguna bagi klinisi dalam menegakan diagnosa penyakit dan memantau kondisi kesehatan paien.
Hasil dari pemeriksaan yang di keluarkan dari alat analisis laboratorium atau hasil analisa pengamatan analis tidak serta merta dituliskan dalam lembar hasil dan diserahkan kepada klinisi dan pasien, tetapi harus melalui tahapan yaitu: validasi hasil laboratorium.
Penulis : Purwanto Kunto, SST
Kita sudah mengenal dengan istilah medical check up dan general check up yang sering digunakan dalam pemeriksaan kesehatan rutin yang merupakan serangkaian tes dan evaluasi medis yang dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi tubuh seseorang yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengantisipasi adanya penyakit.atau sekadar menjadi prasyarat untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tertentu di suatu institusi
Penulis : Dian Pangestuti, ST
Instalasi Gizi Rumah Sakit memiliki peran strategis dalam menyediakan makanan yang aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan pasien. Berbeda dengan penyelenggaraan makanan pada masyarakat umum, makanan rumah sakit dikonsumsi oleh pasien yang sebagian besar memiliki kondisi kesehatan yang rentan terhadap infeksi, seperti pasien dengan penyakit kronis, lansia, maupun pasien dengan gangguan sistem imun. Oleh karena itu, keamanan pangan menjadi salah satu komponen penting dalam upaya pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare-Associated Infections/HAIs). Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keamanan pangan adalah kondisi kesehatan penjamah pangan. Penjamah pangan yang menjadi pembawa (carrier) bakteri enterik patogen tanpa gejala berpotensi mencemari makanan selama proses pengolahan dan penyajian. Pemeriksaan rektal swab merupakan salah satu metode laboratorium yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan bakteri enterik patogen pada saluran cerna. Artikel ini membahas pentingnya pemeriksaan rektal swab bagi penjamah pangan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY. Manfaat, keterbatasan, serta implementasinya sebagai bagian dari sistem higiene sanitasi dan pengendalian infeksi.