RSJ Grhasia Gelar Advokasi dan FGD Lintas Sektor untuk Mendukung Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa Pasca Hospitalisasi

22 September 2025

Yogyakarta, 22–23 September 2025 – RSJ Grhasia DIY menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor sebagai upaya mendukung pemulihan pasien gangguan jiwa pasca hospitalisasi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wisanggeni, Kompleks Kepatihan Pemda DIY dan dihadiri oleh lintas sektor terkait, mulai dari instansi pemerintah, organisasi sosial, hingga lembaga pemberdayaan masyarakat.

Direktur RSJ Grhasia, dr. Akhmad Akhadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya layanan berkelanjutan bagi pasien gangguan jiwa setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pemulihan pasien gangguan jiwa tidak hanya berhenti pada penyembuhan klinis, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial, keluarga, serta dukungan masyarakat. Melalui forum lintas sektor ini, kita berharap dapat mengidentifikasi sumber daya, memperkuat jejaring, dan menciptakan langkah strategis agar pasien dapat hidup lebih mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” jelas dr. Akhmad Akhadi.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antar sektor dalam mendukung pemulihan pasien ODGJ pasca rawat inap.

“Permasalahan gangguan jiwa bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Daerah DIY berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan dan kolaborasi lintas sektor agar upaya rehabilitasi ini berjalan efektif dan berkesinambungan,” tutur Aria Nugrahadi.

Pada sesi materi, dr. Wikan Ardiningrum, M.Sc.Sp.KJ. Sub.Sp.Ger(K), psikiater RSJ Grhasia, menyampaikan paparan mengenai kebutuhan keberlanjutan pelayanan pasien gangguan jiwa.

“Gangguan jiwa adalah kondisi jangka panjang yang memerlukan pendampingan berkesinambungan. Tanpa adanya dukungan keluarga, komunitas, dan lintas sektor, risiko kekambuhan dan penurunan kualitas hidup pasien akan semakin tinggi. Karena itu, pelayanan berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan pasien mampu kembali berfungsi secara optimal di masyarakat,” ungkap dr. Wikan.

Selain itu, Aspi Kristiati, SKM., MA, dari Yayasan Nawakamal Mitra Semesta, memaparkan materi terkait deinstitusionalisasi penanganan gangguan jiwa berbasis komunitas. Ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam menyediakan layanan rehabilitasi berbasis keluarga dan masyarakat.

Kegiatan FGD yang difasilitasi oleh Yayasan Nawakamal Mitra Semesta ini menghasilkan berbagai rekomendasi penting, di antaranya pemetaan peran instansi, identifikasi layanan dan sumber daya yang dapat diakses pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, RSJ Grhasia berharap dukungan lintas sektor dalam pemulihan pasien gangguan jiwa pasca hospitalisasi dapat semakin kokoh, sehingga pasien mampu mencapai kemandirian, produktivitas, dan kualitas hidup yang lebih baik di tengah masyarakat.