Sleman, 25 Agustus 2025 – Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) bekerja sama dengan Puskesmas Pakem menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat dengan tema “Gangguan Syaraf Akibat Hipertensi dan Diabetes Melitus”. Kegiatan ini ditujukan bagi kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) wilayah kerja Puskesmas Pakem, Sleman.
Acara dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB di Aula Puskesmas Pakem, dihadiri sekitar 50 peserta yang merupakan warga dewasa dan lansia dengan riwayat hipertensi dan diabetes. Narasumber kegiatan adalah dr. Dody Wahyu Lestya Nugraha, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi RSJ Grhasia DIY.
Kepala Instalasi PKRS dan Keswamas RSJ Grhasia, Dianingtyas Agustin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan, memberikan pemahaman yang benar mengenai komplikasi gangguan saraf akibat hipertensi dan diabetes, serta memotivasi peserta untuk melakukan kontrol rutin, pengobatan teratur, dan modifikasi gaya hidup sehat.
Dalam pemaparannya, dr. Dody Wahyu Lestya Nugraha, Sp.N menyampaikan bahwa hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua penyakit tidak menular utama yang prevalensinya terus meningkat baik secara global maupun nasional. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1% (2018), sementara prevalensi diabetes melitus mencapai 8,5% (2023). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 30,4% dan diabetes melitus 4,5%, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan kasus tertinggi di DIY, dengan jumlah penderita hipertensi diperkirakan mencapai 88.819 jiwa (2022) dan penderita diabetes melitus sebanyak 27.192 jiwa.
Lebih lanjut, dr. Dody menegaskan bahwa komplikasi seperti neuropati diabetik atau kerusakan saraf akibat hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, menurunkan produktivitas, meningkatkan risiko stroke, bahkan berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan penyakit secara tepat sangat diperlukan.
Melalui kegiatan ini, RSJ Grhasia DIY berharap peserta mendapatkan pengetahuan yang benar, menghilangkan persepsi keliru, dan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan sehingga angka komplikasi gangguan saraf akibat hipertensi dan diabetes dapat ditekan.