Sleman, 23 September 2025 – Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) bekerja sama dengan Puskesmas Cangkringan menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat dengan tema “Gangguan Saraf Akibat Hipertensi dan Diabetes Melitus”. Sasaran kegiatan adalah kelompok lansia wilayah Kapanewon Cangkringan, Sleman.
Acara dilaksanakan pada Selasa, 23 September 2025 mulai pukul 07.30 WIB di Aula Puskesmas Cangkringan, dihadiri sekitar 50 peserta yang merupakan warga lansia dengan riwayat hipertensi dan diabetes. Narasumber kegiatan adalah dr. Dody Wahyu Lestya Nugraha, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi RSJ Grhasia DIY.
Sutarjo sebagai perwakilan Instalasi PKRS dan Keswamas RSJ Grhasia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lansia, memberikan pemahaman yang benar mengenai komplikasi gangguan saraf akibat hipertensi dan diabetes, serta memotivasi peserta untuk melakukan kontrol rutin, pengobatan teratur, dan modifikasi gaya hidup sehat.
Dalam pemaparannya, dr. Dody Wahyu Lestya Nugraha, Sp.N menyampaikan bahwa hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua penyakit tidak menular utama yang prevalensinya terus meningkat baik secara global maupun nasional. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1% (2018), sementara prevalensi diabetes melitus mencapai 8,5% (2023). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 30,4% dan diabetes melitus 4,5%, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan kasus tertinggi di DIY, dengan jumlah penderita hipertensi diperkirakan mencapai 88.819 jiwa (2022) dan penderita diabetes melitus sebanyak 27.192 jiwa.
Lebih lanjut, dr. Dody menegaskan bahwa komplikasi seperti neuropati diabetik atau kerusakan saraf akibat hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, menurunkan produktivitas, meningkatkan risiko stroke, bahkan berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan penyakit secara tepat sangat diperlukan.
Melalui kegiatan ini, RSJ Grhasia DIY berharap para lansia peserta edukasi mendapatkan pengetahuan yang benar, menghilangkan persepsi keliru, serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan sehingga angka komplikasi gangguan saraf akibat hipertensi dan diabetes dapat ditekan.