Sleman, 11 Desember 2025 — Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Tahun Anggaran 2026 pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Gedung Diklat lantai 2. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unit kerja yang terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran rumah sakit.
Workshop ini merupakan agenda strategis tahunan yang bertujuan memastikan seluruh program dan rencana kegiatan RS Jiwa Grhasia tersusun secara terarah, efisien, serta selaras dengan prioritas pelayanan kesehatan jiwa dan non-kekhususan yang dikembangkan rumah sakit.
Arahan Direktur RS Jiwa Grhasia
Dalam sambutannya, Direktur RS Jiwa Grhasia, dr. Akhmad Akhadi Syamsuduha, MPH, menekankan pentingnya penyusunan RBA sebagai pedoman operasional dan penganggaran yang akuntabel.
“RBA bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi fondasi dari bagaimana RS Jiwa Grhasia bergerak sepanjang tahun. Setiap program harus disusun dengan data yang kuat, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mampu memperkuat posisi Grhasia sebagai rumah sakit yang adaptif dan profesional,” ungkap dr. Akhadi.
Beliau juga menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi RS Jiwa Grhasia dalam pengembangan layanan, termasuk penguatan sarana strategis, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi layanan kesehatan jiwa dan layanan fisik yang terus berkembang.
“Tantangan pelayanan semakin kompleks. Karena itu, RBA 2026 harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan memperkuat inovasi, efisiensi anggaran, serta peningkatan mutu layanan,” tambahnya.
Peran Koordinatif Unit Kerja dan Pentingnya Sinergi Internal
Kegiatan workshop ini mengharuskan setiap unit kerja menyampaikan usulan serta analisis kebutuhan secara komprehensif. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rencana anggaran yang disusun selaras dengan arah kebijakan rumah sakit sekaligus mendukung percepatan transformasi layanan.
Wakil Direktur Administrasi dan Sumber Daya, Woro Windarini, menegaskan bahwa proses penyusunan RBA memerlukan sinergi yang solid antarbagian, baik medis maupun nonmedis.
“Kolaborasi antarunit adalah kunci. Setiap bagian harus mampu membaca tantangan tahun depan dan merumuskan rencana yang realistis namun tetap progresif. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar kembali untuk peningkatan mutu layanan dan efisiensi operasional,” jelas Ibu Woro.
Beliau juga menambahkan bahwa penyusunan RBA bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk komitmen RS Jiwa Grhasia dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.
Harapan ke Depan
Melalui workshop ini, RS Jiwa Grhasia berharap seluruh unit mampu menghasilkan dokumen RBA yang berkualitas, tepat sasaran, dan dapat menjadi dasar kuat bagi pengembangan layanan di tahun 2026. Kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut proses finalisasi dokumen.