RS Grhasia Turun Langsung Bentengi Remaja dari Ancaman NAPZA di SMKN 5 Yogyakarta

29 April 2026

Yogyakarta, 29 April 2026 – Upaya nyata pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) terus digencarkan RS Grhasia DIY dengan menyasar langsung kalangan pelajar. Bertempat di Aula SMKN 5 Yogyakarta, puluhan siswa dan guru mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan NAPZA yang digelar pada Rabu (29/4).

Sebanyak 50 peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga membuka ruang diskusi yang interaktif. Melalui pendekatan edukatif ini, RS Grhasia menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat. 

Remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar NAPZA, seiring dengan fase pencarian jati diri yang kerap diwarnai rasa ingin tahu tinggi dan pengaruh lingkungan. Menyadari kondisi tersebut, RS Grhasia hadir bukan hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan sejak dini. 

Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman komprehensif mulai dari bahaya NAPZA, risiko penularan HIV/AIDS, hingga pentingnya deteksi dini dan langkah penanganan. Tak hanya itu, RS Grhasia juga memperkenalkan layanan rehabilitasi sebagai bentuk dukungan bagi individu yang membutuhkan pemulihan. Metode paparan yang dipadukan dengan sesi tanya jawab membuat suasana sosialisasi menjadi lebih hidup dan mudah dipahami. 

Tiga narasumber kompeten, yakni Arwanto, S.ST.Ns, Irwan Fauzi, S.Sos, dan Triana Yulianti, S.Kep.Ns, turut memperkuat materi dengan perspektif yang aplikatif dan dekat dengan realitas remaja saat ini. Pesan yang disampaikan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mendorong keberanian siswa untuk bersikap tegas dalam menolak NAPZA. 

Melalui langkah ini, RS Grhasia menegaskan perannya sebagai institusi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga aktif membangun ketahanan mental dan sosial masyarakat. Edukasi yang menyentuh langsung pelajar menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi yang lebih sadar, tangguh, dan mampu menjaga diri dari berbagai risiko perilaku menyimpang. (Humas)