RS Grhasia Terima Audiensi Fakultas Kedokteran Gigi UGM Bahas Penguatan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

18 Mei 2026

RS Grhasia menerima audiensi dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM pada Senin, 18 Mei 2026 bertempat di Ruang Rapat Indraprastha RS Grhasia. Audiensi disambut langsung oleh Direktur RS Grhasia, dr. Akhmad Akhadi, bersama jajaran direksi dan manajemen rumah sakit sebagai langkah awal penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan, pembelajaran, serta pengembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan rumah sakit.

Dalam sambutannya, Direktur RS Grhasia menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari tim Fakultas Kedokteran Gigi UGM dan menyambut baik rencana kolaborasi yang akan dikembangkan bersama. Beliau menegaskan bahwa RS Grhasia terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara komprehensif, termasuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi pasien.

Direktur juga menyampaikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RS Grhasia saat ini cukup tinggi, terlihat dari banyaknya kasus rujukan yang masuk terkait permasalahan kesehatan gigi dan mulut pasien. Oleh karena itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan dinilai penting untuk mendukung penguatan layanan sekaligus peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di rumah sakit.

Dalam audiensi tersebut, RS Grhasia menyatakan kesiapan apabila nantinya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa maupun residen Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Rumah sakit juga telah memiliki dokter gigi yang siap mendampingi proses pembelajaran dan praktik klinik secara langsung selama kegiatan berlangsung.

Selain membahas proses pendidikan, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai peluang pengembangan kegiatan ilmiah, penelitian, diskusi akademik, hingga penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui kolaborasi antara dokter gigi RS Grhasia dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

Pada tahap awal, kegiatan yang direncanakan akan difokuskan pada skrining kesehatan gigi dan mulut bagi pasien di RS Grhasia. Apabila ditemukan kasus umum, penanganan akan dilakukan oleh dokter gigi RS Grhasia. Sementara untuk kasus yang memerlukan tindak lanjut lebih lanjut, penanganan akan dilakukan bersama sesuai kompetensi dan kebutuhan medis pasien.

Wakil Direktur Pelayanan RS Grhasia turut menyampaikan masukan agar kegiatan edukasi maupun penyuluhan kesehatan nantinya dapat dilaksanakan secara optimal di bangsal perawatan sehingga lebih efektif menjangkau pasien. Selain itu, kegiatan pembelajaran diharapkan tidak hanya bersifat edukatif, namun juga mencakup konsultasi kesehatan, skrining, hingga tindak lanjut pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Audiensi ini juga membahas kemungkinan pengembangan penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM di RS Grhasia dengan melibatkan dokter gigi rumah sakit sebagai bentuk kolaborasi akademik dan penguatan transfer ilmu pengetahuan antar institusi.

Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara RS Grhasia dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM dalam mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.(Humas)