RS Grhasia Gelar Sosialisasi Kesehatan Jiwa Remaja, Dorong Penguatan Upaya Kesehatan Mental di Sekolah

18 Juni 2026

Sleman – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia DIY melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Kesehatan Jiwa Masyarakat (PKRS Keswamas) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Jiwa Remaja dengan tema “Upaya Kesehatan Mental di Sekolah”. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus OSIS dan Guru Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai SMP di wilayah Kapanewon Pakem dan Kapanewon Cangkringan.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan RS Grhasia ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa yang secara konsisten dilakukan oleh RS Grhasia sebagai rumah sakit dengan layanan unggulan kesehatan jiwa. Selain meningkatkan literasi kesehatan mental pada remaja, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik.

Dalam sambutannya, Direktur RS Grhasia menyampaikan bahwa kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang penuh tantangan, baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan, agar remaja mampu berkembang secara optimal.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai kesehatan mental remaja oleh Evi Dwi Setyaningsih, M.Psi., Psikolog. Pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep kesehatan mental, dinamika perkembangan psikologis remaja, berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, serta tanda-tanda awal masalah kesehatan mental yang perlu dikenali sejak dini.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi “Upaya Kesehatan Mental di Sekolah” yang disampaikan oleh Herlini Utari, M.Psi., Psikolog. Materi ini menekankan pentingnya peran sekolah sebagai lingkungan yang mendukung kesehatan mental siswa. Berbagai strategi promotif dan preventif dibahas, termasuk penguatan peran Guru BK dan pengurus OSIS dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok yang difasilitasi oleh Dianingtyas Agustin, S.Kep., Ns.. Dalam sesi ini, setiap sekolah mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan mental yang sering ditemui di lingkungan sekolah masing-masing, sekaligus menyusun gagasan kegiatan yang dapat dikembangkan sebagai tindak lanjut untuk mendukung kesehatan mental warga sekolah.

Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, muncul berbagai ide dan komitmen dari peserta untuk mengembangkan program kesehatan mental di sekolah, seperti kegiatan edukasi sebaya, penguatan konseling siswa, kampanye anti perundungan, ruang diskusi siswa, hingga program peningkatan keterampilan pengelolaan emosi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara layanan kesehatan dan institusi pendidikan dalam mendukung kesehatan mental remaja. Dengan meningkatnya pemahaman dan kepedulian terhadap kesehatan mental, diharapkan sekolah dapat menjadi lingkungan yang lebih ramah, suportif, dan mampu membantu siswa menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang mereka alami.

RS Grhasia berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesehatan jiwa masyarakat melalui berbagai program edukasi, promosi kesehatan, serta penguatan jejaring dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berdaya. (Humas)