Deteksi Kesehatan Jiwa!

  Pengen tahu Satus Kesehatan Jiwa Anda...?

Aplikasi deteksi dini kesehatan jiwa tersedia dalam aplikasi android dan web

 

 enter button

 

 

play-store-download

x

 

×

Peringatan

JFTP: :connect: Tidak dapat menghubungi host ' 127.0.0.1 ' di port ' 21 '

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL (1)

spi1Dalam menjalankan kegiatannya, organisasi mempunyai tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut mustahil dapat dicapai tanpa adanya perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian yang benar terkait sumber pembiayaan dan proses bisnis yang akan dilakukan. Tulisan kali ini akan fokus pada tema pengendalian internal. Sejarah pengendalian internal dalam organisasi muncul seiring dengan banyaknya kasus kebangkrutan yang diakibatkan kecurangan dan manipulasi laporan keuangan yang menimbulkan ketidakpercayaan public akan laporan keuangan. COSO (The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) yang dibentuk tahun 1985 mempunyai tugas untuk mengembangkan pedoman dalam internal control, dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan focus pada corporate governance. COSO menerbitkan Kerangka Pengendalian Internal Terpadu pada tahun 1992 dan merilis versi terbaru pada 14 Mei 2013. Dalam Kerangka Pengendalian Internal Terpadu tersebut, terdapat lima elemen penyusun pengendalian internal seperti ditunjukkan dalam gambar berikut.

spi2                 Control Environment (lingkungan pengendalian),

Lingkungan pengendalian merupakan unsure pembentuk yang fundamental karena pada dasarnya control environment merupakan kondisi yang dibangun dan diterapkan dalam organisasi yang mempengaruhi efektivitas pengendalian. Pengendalian akan menjadi efektif jika dalam suatu organisasi terdapat penegakan etika seluruh anggota organisasi yakni pegawai dan pimpinan, pembentukan struktur organisasi yang sesuai, pendelegasian wewenang dan kebijakan, dan pembinaan sumber daya manusia.

Risk Assesment (Penilaian Risiko),

Risiko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan akibat yang merugikan akibat dari suatu tindakan. Akibat yang merugikan ini tentu akan menghambat perusahaan mencapai tujuan, maka diperlukan identifikasi terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan dan potensi timbulnya kerugian. Identifikasi ini selanjutnya akan dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif untuk mendapatkan cara mengatasinya.

Control Activities (Aktivitas Pengendalian),

Unsure selanjutnya yang merupakan kelanjutan dari unsure sebelumnya adalah aktivitas pengendalian. Aktivitas pengendalian merupakan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko, menetapkan dan melaksanakan kebijakan serta prosedur yang telah ditetapkan, dan memastikan tindakan tersebut akan dilaksanakan dan berjalan efektif.

Information and Communication,

Informasi yang relevan dalam sistem pengendalian internal adalah informasi yang terkait dengan sistem akuntansi terkait dengan pengidentifikasian, pengklasifikasian, pencatatan, dan pelaporan transkasi sehingga tercipta akuntabilitas. Hasil dari system ini selanjutnya akan dilaporkan kepada pihak internal dan eksternal yang membutuhkan untuk pengambilan keputusan.

Monitoring Activities.

Unsur terakhir adalah tindakan pengawasan yang dilakukan manjemen dan satuan kerja yang ditunjuk terhadap pengendalian internal yang sudah dibuat apakah berjalan secara efektif.

 

Penerapan sistem pengendalian internal dapat membantu organisasi mencapai tujuan secara efektif dan efisien, keterandalan laporan keuangan, dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. 

Health Account

Health Account secara singkat dapat disebut sebagai suatu proses pemantauan terhadap sistem pembiayaan kesehatan yang sistematis, komprehensif, dan konsisten. Proses yang ada dalam health account meliputi pencatatan dan pengklasifikasian pembiayaan kesehatan serta penggambaran aliran anggaran dan biaya kesehatan, sehingga dapat dilihat sumber dana dan pemanfaatannya serta alokasi menurut kelompok penduduk dan sosial ekonomi. Gambaran yang muncul dalam health account diharapkan mampu memperbaiki kekurangan yang ada dalam sistem pembiayaan sehingga pembiayaan di tahun mendatang dapat dialokasikan secara tepat sasaran dan manfaat. Langkah-langkah yang dilakukandalampenyusunan Health Account adalah sebagai berikut:

 

PHA1

 

Dari langkah-langkah di atas, pada akhirnya dapat diambil suatu gambaran yang menghasilkan informasi tertentu. Informasi yang dihasilkan dalam Health Account ada 8 dimensi yakni sumber pembiayaan, pengelola anggaran, penyedia layanan, jenis kegiatan, mata anggaran, program, jenjang kegiatan, dan penerima manfaat.

  1. Sumberpembiayaansecaragarisbesardapatdibagimenjadiduayaknidaripemerintahatau non pemerintah;
  2. PengelolaAnggarandilakukanolehPemerintah, Semi Pemerintah, dan Non Pemerintah;
  3. PenyediaLayanan;
  4. JenisKegiatandibedakanmenjadilangsungdantidaklangsung;
  5. Mata AnggaranmencakupInvestasi, Operasional, danPemeliharaan;
  6. Program yang dibiayaimeliputi program kesehatanmasyarakat, program upayakesehatanperseorangan, dan program yang menyangkut capacity building (penunjang)
  7. Jenjang Kegiatan terbagi atas 5 (lima) jenis yakni pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan/puskesmas, dan desa/kelurahan/masyarakat.

Berikut ini skema proses dalam health account mulai dari penyusunan dan pengklasifikasian hingga pada pengambilan kebijakan dalam sistem pembiayaan kesehatan.

 

PHA2