Deteksi Kesehatan Jiwa!

  Pengen tahu Satus Kesehatan Jiwa Anda...?

Aplikasi deteksi dini kesehatan jiwa tersedia dalam aplikasi android dan web

 

 enter button

 

 

play-store-download

x

 

×

Peringatan

JFTP: :connect: Tidak dapat menghubungi host ' 127.0.0.1 ' di port ' 21 '

OKUPASI TERAPI RS JIWA GRHASIA DIY

meiokupasiOkupasi terapi merupakan profesi kesehatan yang bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental, maupun sosial dengan penekanan pada aspek sensori motorik dan proses neurologis.

Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensorik atau motorik atau kombinasinya untuk memperbaiki kemampuan anak merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Tetapi juga meliputi permainan dan ketrampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman, kognitif dan mengikuti arah.

Pemberian layanan kepada individu okupasi terapi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki anak dengan memberikan aktivitas-aktivitas yang bertujuan dan bermakna. Sehingga anak diharapkan dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas (sekolah/akademik), kemampuan perawatan diri, dan kemampuan menggunakan waktu luang (bermain) sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Yang memerlukan okupasi terapi antara lain :

  • Anak dengan gangguan perilaku
  • Autism spectrum disorder
  • Down syndrome
  • Attention deficit/hyperactivity disorder
  • Asperger syndrome
  • Kesulitan belajar
  • Gangguan perkembangan (cerebral palsy)
  • Pervasive developmental disorder
  • Keterlambatan perkembangan lain
  • Sensori integrasi membantu individu secara memadai dalam integrasi proses sensori agar individu tersebut dapat mencapai kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya, baik di rumah, sekolah maupun masyarakat.

Setiap anak adalah unik. Kembangkan potensi anak anda secara maksimum bersama Klinik Okupasi Terapi Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY. Salam sehat!

PERSIAPKAN MASA TUA ANDA

meituaMenjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Kalimat ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Perubahan drastis seperti lemahnya fisik, kulit keriput, bahkan perasaan tidak berdaya karena proses penuaan menjadikan seseorang makin diliputi rasa khawatir. Selain itu, puncak dari perubahan ini adalah penilaian terhadap diri bahwa menjadi tua memunculkan ketakutan bila kelak merepotkan keluarga.

Masa tua diawali dengan berakhirnya periode masa dewasa akhir yakni mulai pada usia 65 tahun ke atas, yang akan membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan fisik tersebut antara lain :

  • Otak dan sistem syaraf, saat menua, kemampuan mengingat dan berpikir akan mengalami penurunan.
  • Perkembangan sensori, kepekaan indera kita terhadap berbagai objek sekitar akan mengalami penurunan fungsi.
  • Sistem peredaran darah, ditandai dengan meningkatnya tekanan darah karena obesitas, kecemasan, kurang olah raga atau karena penyakit lain yang seiring muncul seiring bertambahnya usia.
  • Sistem pernafasan, paru-paru akan mengalami penurunan kapasitas sehingga aktivitas bernafas terasa berat dan tubuh mudah lelah karena kurangnya oksigen dalam tubuh.
  • Seksualitas, produksi testosteron (hormon pada laki-laki) dan estrogen (hormon pada wanita) mengalami penurunan sehingga berpengaruh pada aktivitas seksual.
  • Hal penting lainnya yang menyertai proses penuaan adalah tanggapan dari keluarga dan masyarakat sekitar terhadap para lansia, yang sering dianggap sebagai sosok yang merepotkan dan tidak jarang membuat sebal sekelilingnya karena sikap lansia yang kerap dianggap melebihi bayi, suka mengatur, dan rewel. Perlakuan lingkungan terhadap kaum lansia yang seolah menempatkan mereka sebagai kelompok lemah dan menyulitkan makin membuat mereka merasa tak berdaya dan membawa mereka pada suatu kemunduran baik fisik, psikologis, maupun sosial.
      • Diperlukan tujuan dan langkah-langkah dalam menghadapi masa depan, diantaranya :
      Menjadwalkan olahraga secara teratur, sehingga tubuh akan terasa sehat. Tidak perlu olahraga yang terlalu berat, cukup lakukan jalan santai tiap pagi misalnya, asal dilakukan secara rutin
    • Meningkatkan nutrisi atau gizi dengan cara mengonsumsi sayuran, buah-buahan, atau susu sehingga kebutuhan gizi tercukupi
    • Menjalin hubungan yang akrab dengan keluarga maupun tetangga dengan mengikuti perkumpulan atau kegiatan di masyarakat
    • Meningkatkan keyakinan dan penghayatan terhadap agama masing-masing.
    • Pada intinya, langkah awalnya adalah dapat menerima bahwa masa tua sudah tentu akan kita alami nantinya. Persiapkan diri sejak awal dan senantiasa bersyukur. Mari persiapkan masa tua bersama Klinik Psikologi Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Salam sehat!