Rumah Sakit Sehat Berwawasan Green Hospital itu….

images

green

Pengolahan Limbah dengan Baik dan Benar
Instalasi Pengolahan Limbah di RS berupa pengolahan limbah cair, limbah padat, limbah medis, limbah non medis, limbah infeksius, limbah non infeksius dan masih banyak macamnya. Pengolahan limbah tersebut harus diolah dengan baik dan benar. Apabila tidak dilakukan dengan baik dan benar, akan menimbulkan masalah kesehatan.
Misalnya, akan menimbulkan bau yang tidak sedap, air menjadi keruh dan air menjadi ada rasanya. Masalah tersebut tentunya akan mengganggu pelayanan dan kenyamana pasien dan keluarga pasien saat berada di Rumah Sakit. Maka dari itu, Limbah harus diolah dan kelola dengan baik dan benar. Masing-masing rumah sakit harus mempunyai Instalasi Pengolahan Limbah, bisa dengan Anaerob atau aerob. Untuk Limbah Medis/Infeksius limbah yang dihasilkan harus dimusnahkan, yaitu dihancurkan dengan Insenerator.

 

Ada Taman atau Ruang Terbuka Hijau
Dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan, jumlah RTH di setiap kota harus sebesar 30 persen dari luas kota tersebut. Dimana perbagian prosentasenya yang pernah dibahas oleh BAPPEDAL Jateng, 20% Ruang Terbuka Hijau Kota/Kabupaten dan 10% Ruang Terbuka Hijau untuk lingkungan rumah. Jadi, dimasing-masing bangunan rumah atau yang lainnya, diharuskan menyisakan 10% dari luas bangunannya untuk Ruang Terbuka Hijau.
Penyediaan Taman atau Ruang Terbuka Hijau bisa diluar area gedung RS, ditengah-tengah gedung atau dibelakang gedung. Area taman bisa dimana ajah, disesuaikan dengan desain bangunan RS. Taman yang ada di RS fungsinya selain untuk ruang/area interaksi sosial juga untuk mencari udara segar. Pasien yang dalam masa pemulihan, biasanya sudah bosen didalam ruangan, nah jika diajak jalan-jalan ke area taman tersebut, pasien akan merasakan udara sejuk dan segar. Pikiran akan menjadi fresh dan semangat untuk sembuh akan meningkat.
Penanaman pohon dan tanaman bunga akan mempercantik area RS. Pasien, Keluarga pasien, pengunjung, perawat, dokter dan staf-staf rumah sakit akan mendapatkan kenyamanan dan kesegaran saat berada di area taman. Jika ada waktu luang untuk istirahat, menghirup udara segar dan bebas sangatlah bagus untuk mengurangi stres dan keletihan. Sediakan juga area taman bermain untuk anak-anak, bisa dengan disediakan ayunan, jungkat-jungkit dan lainnya. Agar pengunjung yang membawa anak bisa menggunakan fasilitas ini.

 

Bedakan dan Beri Label pada Tempat Sampah
Sampah-sampah di RS sangat banyak macamnya, maka dari itu untuk pembuangannya pun harus dibedakan agar saat diolah juga mudah. Selain dengan tulisan ORGANIK, ANORGANIK, MEDIS atau SITOTOXIC , Pengunjung akan tau dan bisa membedakan tempat sampah dengan melihat warna kantong sampahnya. Dengan memberikan label pada tempat sampah, Pengunjung akan mudah mengenali sampah yang mereka buang sesuai dengan warna kantongnya.

 

Tim Operasional Lakukan Pengecekan Rutin
Tim Operasional yang harus melakukan pengecekan rutin adalah bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja, bagian Sanitasi, bagian Kebersihan. Untuk pengecekan sanitasi, biasanya sebulan sekali mengecek limbah buangan yang dihasilkan, mengukur kadar-kadar parameter yang ada pada limbah cair RS. Pengecekan dilakukan pada input dan output. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah parameter yang dihasilkan dari limbah buangan ini tidak melebihi baku mutu limbah RS. Jika melebihi kadar, limbah buangan akan mengganggu ekosistem sekitarnya, atau disekitar daerah aliran limbah tersebut. Selain itu, akan menimbulkan bau dan warna air akan keruh. Tentunya ini akan tidak sehat jika terjadi pada lingkungan disekitar RS.
Tim Sanitasi biasanya melakukan semprot dengan desinfektan, yang dilakukan saat pasien sudah pulang atau keluar dari RS. Desinfektasi ini untuk membunuh kuman yang bisa jadi menempel pada tempat tidur pasien, meja kursi, jendela. Biasanya untuk pasien dengan penyakit menular dilakukan lebih lama, perlu didiamkan, ruangannya ditutup rapat. Hal ini biasa disebut dengan sterilisasi.
Bagian Kebersihan atau Cleaning Service ini harus terus stand by. Jika ada lantai yang kotorpun harus lansung segera dibersihkan, tidak harus menunggu pengunjung menegor, ini akan mengganggu pelayanan. Di Toilet juga, jangan sampai jalan menuju atau keluar toilet licin karena ada bekas sendal/sepatu mereka yang habis dari kamar mandi. Pastikan, kamar mandi tidak bau pesing.
Strelisasi ruangan untuk menghindari penyakit nosokomial yaitu penyakit/infeksi silang yang terjadi pada saat masa perawatan di RS. Hal ini bisa terjadi antara pasien dengan perawat, pasien dengan pengunjung, atau pasien dengan pasien lainnya.

 

Lengkapi dengan Kantin yang Sehat
Kantin yang sehat tidak hanya dinilai dari makanannya, tapi juga dari peralatan makan, meja kursi dan lain-lain. Bagaimana jika kantin RS seperti gambar dibawah ini, nyaman sekali bukan?

kantin

Fasilitas Wifi Gratis
Dengan wifi gratis ini, pengunjung bisa mengakses internet. Layanan wifi ini bisa dinikmati di kantin atau area antrian registrasi poliklinik. Bener-bener bisa untuk hiburan, pasienpun juga bisa menggunakan layanan ini untuk browsing info seputar pengetahuan kesehatan. Makin tau, makin nambah pengetahuan tentang kesehatan akan makin sehat pula.

 

Layanan Online di Rumah Sakit
Saya sangat berharap, selain kita mendapatkan layanan yang baik, lingkungan RS yang sehat, kita juga bisa dipermudah dengan akses pelayanan rumah sakit melalui online. Kita tidak perlu mengantri terlalu lama dengan nomor antrian dari kertas, tidak perlu kepanasan, bisa langsung pesan kamar di RS via online bukankah hal yang sangat menyenangkan ??
Dengan layanan online di RS, diharapkan dapat mempermudah segala urusan yang berkaitan, misalnya pengajuan asuransi, jamkesmas, rujukan dan lain-lain. Pasien dan Keluarga tidak perlu membawa segala macam fotocopy KK/KTP dan lain-lain. Akan memakan banyak kertas, banyak sampah kertas pula. Seperti layanan e-KTP, kalau memang nantinya akan online seluruh Indonesia, layanan di RS harus bisa juga dong

,
By Admin| 07 Maret 2014| Umum | Dilihat = 1163 kali|