MENGENAL HALUSINASI

images

halusinasiDefinisi halusinasi: pencerapan tanpa adanya rangsangan apapun pada pancaindera, terjadi dalam keadaan sadar/pasien terbangun; atau adanya persepsi tanpa stimulasi sensorik dari luar [persepsi adalah mengenalan barang, kualitas/hubungan dan perbedaannya; melalui proses mengamati, mengetahui dan mengartikan setelah pancaindera mendapat rangsangan].


Halusinasi berbeda dengan waham sindiran (pasien merasa dibicarakan orang lain); dan berbeda juga dengan thought echo (isi pikirannya yang berulang-ulang/bergema dalam kepalanya), thought insertion (isi pikiran yang dari luar masuk ke dalam pikirannya), thought withdrawal (isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya), thought broadcasting (isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain mengetahuinya) yang merupakan suatu gangguan isi pikir. Sedangkan halusinasi merupakan gangguan persepsi.
Sumber dari buku Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Maramis & buku Diagnosis Gangguan Jiwa, Rusdi Maslim

 

Derajat halusinasi:
1. Pasien mengalami halusinasi di masa lalu tetapi pasien memahami bahwa yang dialami bukan hal yang nyata, halusinasi adalah bagian dari gejala sakitnya.
2. Pasien mengalami halusinasi di masa lalu dan masih mempercayai halusinasinya nyata.
3. Pasien saat ini mengalami halusinasi, tetapi tidak mau membicarakannya.
4. Pasien saat ini mengalami halusinasi, tetapi tidak menuruti halusinasinya.
5. Pasien saat ini mengalami halusinasi dan menuruti halusinasinya.

 

Untuk mengetahui derajat keparahan halusinasi dengan cara anamnesis.
Halusinasi paling berat bila pasien mengalami halusinasi tingkat 5
Halusinasi paling ringan bila pasien mengalami halusinasi tingkat 1
Sumber dari buku, Othmer & Othmer

 

Strategi untuk menghadapi halusinasi:
Tanyakan pasien kebiasaan apa yang dilakukan agar suara-suara tersebut hilang. Atau mencoba cara-cara di bawah ini:
• Berbicara dengan orang lain.
• Mengalihkan pikiran ke fokus yang lain.
• Membaca dengan suara yang keras.
• Memakai earplug/sumbatan di telinga.
• Mendengarkan musik dengan atau tanpa headphone.
• Bernyanyi.
• Bersenandung.
• Bersiul.
• Mendengarkan radio.
• Menonton TV.
• Berubah ke posisi tubuh tertentu.
• Melakukan hal-hal yang membuat pikiran relaks.
• Menekuni hobby tertentu.
• Mengisi mulut dengan air dan tetap mempertahan mulut terbuka; atau membuka mulut lebar-lebar dan berkata "aaaa"
• Mengunyah permen karet.
• Melakukan aktivitas fisik misalnya bertepuk tangan, melompat/berlari di tempat.
• Mengajak suara tersebut berbicara untuk suatu negosiasi.
• Mengabaikan suara-suara tersebut.
• Berkata-kata dengan suara keras misalnya menyebutkan nama-nama hari, doa/ayat-ayat tertentu.
Sumber dari buku Hallucinations Recearch and Practice, Jan Dirk Blom, Iris E.C. Sommer

 

Penulis : dr. Alvina Stella Manansang, SpKJ

,
By Admin| 03 Juli 2014| Kesehatan | Dilihat = 588 kali|